PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, H Defizon SKom MSi melaporkan perkembangan pemberangkatan jemaah haji Riau tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga 28 April 2026, sebanyak 1.720 orang yang terdiri dari jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), pembimbing KBIHU, dan petugas kloter telah diberangkatkan melalui Embarkasi Batam (BTH).
"Total yang sudah diberangkatkan sampai hari ini berjumlah 1.720 orang. Ini terdiri dari 1.693 jemaah haji, delapan PHD, tiga pembimbing KBIHU, dan 16 petugas kloter," ujar Defizon, Selasa (28/4/2026).
Ia merinci, untuk Kloter BTH 3 terdapat 443 orang yang telah diberangkatkan, terdiri dari 435 jemaah haji, dua PHD, dua pembimbing KBIHU, dan empat petugas kloter. Namun, terdapat dua orang yang harus menunda keberangkatan, yakni satu jemaah yang dirawat di Batam dan satu orang pendamping, keduanya berasal dari Pekanbaru.
Selanjutnya, Kloter BTH 4 memberangkatkan 440 orang yang terdiri dari 434 jemaah haji, dua PHD, dan empat petugas kloter. Pada kloter ini, lima orang harus menunda keberangkatan, yakni tiga jemaah yang dirawat di Batam dan dua orang pendamping, seluruhnya berasal dari Pekanbaru.
Untuk Kloter BTH 6, sebanyak 399 orang diberangkatkan yang terdiri dari 393 jemaah haji, dua PHD, dan empat petugas kloter. Defizon menyebutkan terdapat dinamika pada kloter ini, yakni tiga jemaah batal berangkat dari daerah, sementara 45 jemaah dimutasi ke Kloter BTH 7, serta dua jemaah merupakan mutasi masuk dari Kloter BTH 4. "Penyesuaian ini dilakukan untuk optimalisasi kuota dan kesiapan keberangkatan," jelasnya.
Sementara itu, Kloter BTH 5 memberangkatkan 438 orang yang terdiri dari 431 jemaah haji, dua PHD, satu pembimbing KBIHU, dan empat petugas kloter. Tercatat tujuh orang menunda keberangkatan, yakni tiga jemaah yang dirawat di Batam, tiga orang pendamping, serta satu jemaah yang sakit di daerah, seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Sapi Bule di Inhu Jadi Hewan Kurban Presiden, Beratnya Mencapai Segini
Secara keseluruhan, Defizon menambahkan terdapat enam jemaah dirawat di Batam, lima orang pendamping di Batam, serta empat jemaah sakit di daerah yang belum dapat diberangkatkan.
Editor : Rinaldi