PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau Prof Dr Hj Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA resmi me-launching Ijazah Elektronik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Kamis (30/426) di aula rektorat kampus tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan saat pembukaan Rapat Kerja (Raker) Tahunan UIN Suska Riau 2026 dengan tema “Sinkronisasi Program Prioritas Pencapaian Visi Universitas Tahun 2027”.
Hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau Purnama Irawansyah SHut MM, Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Kastolan SPd MSi CGCAE, Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Hj Leny Nofianti MS SE MSi Ak CA, Wakil Rektor I, II dan III, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, para Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Kabag/Katim dan peserta Raker.
Rektor UIN Suska Riau mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras membuat aplikasi hingga bisa dilaunching.
‘’Ini merupakan kreasi dari tim akademik kami, membuktikan kalau SDM yang ada di UIN Suska Riau sangat mumpuni menciptakan aplikasi-aplikasi bagus,’’ujarnya. Dengan demikian mampu menghemat pengeluaran anggaran untuk mencetak ijazah. Untuk mencetak ijazah saja diperlukan anggaran Rp2,3 miliar.
Baca Juga: Warga Rimbo Panjang Dikejutkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Kosong
Rektor berharap bisa menghasilkan yang terbaik bagi UIN Suska Riau dalam Raker ini selama dua hari. Ada tiga pembahasan dalam Raker yang dinilai penting. Pertama, branding Image UIN Suska Riau masih sangat perlu ditingkatkan. Brand image tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan minat mahasiswa baru menempuh pendidikan di UIN Suska Riau. Kedua, masalah gedung terbengkalai menjadi masalah serius yang menjadi perhatian rektorat. Antara lain Masjid Al-Jamiah dan gedung dosen, yang secara hukum tidak ada masalah.
Makanya Rektor dan jajaran secara aktif berkomunikasi dengan Dinas PUPR Riau dan Kementerian PU dan pihak-pihak lainnya untuk menyelesaikan masalah ini. Ketiga, rencana mendirikan Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau yang hingga kini masih berproses. Harapannya, melalui Raker ini dihasilkan solusi. Mengingat keterbatasan anggaran kebijakan efisiensi yang membuat kampus harus membuat skala prioritas dalam program dan kebijakannya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Kastolan SPd MSi CGCAE mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan UIN Suska Riau. Salah satunya Launching Aplikasi Ijazah Elektronik dan SKPI. Kemudian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Purnama Irawansyah SHut MM juga mengatakan tentang berbagai kebijakan efisien di pemerintahan daerah.
Baca Juga: Ketua DPRD Riau Dorong Pemda Carikan Solusi Pekerja Arang Bakau di Wilayah Pesisir
‘’Melalui forum ini kami berkomitmen untuk membantu UIN Suska Riau dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapinya pada saat ini,’’ ujarnya.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman