PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon melaporkan perkembangan terbaru pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam (BTH) Kloter 08.
Kloter ini berjumlah 439 jemaah haji, terdiri dari 2 orang Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 orang petugas kloter, sehingga total keseluruhan mencapai 445 orang.
“Alhamdulillah, ini merupakan kloter pertama Riau yang tanpa open seat,” tutur Defizon.
Baca Juga: Mengenal Budidaya Kepiting Bakau, Prospek Menjanjikan yang Tak Perlu Merusak Lingkungan
Namun demikian, terdapat beberapa jemaah yang mengalami tunda berangkat karena kondisi kesehatan. Sebanyak 3 orang jemaah harus dirawat di Batam, masing-masing berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi.
Selain itu, terdapat 3 orang pendamping dari daerah yang sama juga tertunda keberangkatannya. Di samping itu, dilaporkan 1 orang jemaah asal Kuantan Singingi wafat di daerah sebelum keberangkatan.
Pada Kloter BTH 08 ini juga terjadi mutasi masuk jemaah, yakni sebanyak 3 orang dari Kloter BTH 04 asal Pekanbaru, 2 orang dari Kloter BTH 06 asal Rokan Hilir, serta 2 orang dari Kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Diupah Rp3 Juta Disuruh Bakar Jaring Nelayan, Warga Panipahan Ini Ditangkap Polisi di Bagansiapiapi
Defizon juga menyampaikan bahwa hingga hari ini operasional pemberangkatan, total jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.614 jemaah haji, 12 orang PHD, 3 orang pembimbing KBIHU, dan 24 orang petugas haji.
“Sementara itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami tunda atau batal berangkat karena alasan kesehatan. Hingga saat ini tercatat 6 orang jemaah dirawat di rumah sakit di Batam, 5 orang pendamping masih berada di Batam, 4 orang jemaah sakit di daerah,” ujar Defizon.
(ilo)