Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Riezka Rahmatiana Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional di Riau

Denny Andrian • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:16 WIB
Owner PT Rukun Raya Riezka Rahmatiana yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia Wilayah Jawa Barat foto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Zulfahmi Adrian, Jumat (15/5/2026). (Istimewa)
Owner PT Rukun Raya Riezka Rahmatiana yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia Wilayah Jawa Barat foto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Zulfahmi Adrian, Jumat (15/5/2026). (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Guna mendukung ketahanan pangan di Bumi Lancang Kuning, Owner PT Rukun Raya Riezka Rahmatiana melakukan langkah konkret dengan berinvestasi untuk mengubah lahan tidur di Riau menjadi lahan produktif.

Riezka langsung datang ke Riau, Jumat (15/5/2026). Program ini merupakan kerja sama antara PT Rukun Raya dengan masyarakat Riau yang dimediasi oleh pemerintah daerah setempat. Lahan tidur sendiri merupakan areal tanah potensial yang dibiarkan tidak dikelola atau terlantar, umumnya berupa semak belukar atau lahan kosong.

“Kita akan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Hasilnya diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Riau sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Riezka, Sabtu (16/5/2026).

 Baca Juga: Putra Kuansing, Ronaldo Rozalino Masuk Tim PERRUAS Se-ASEAN, Lahirkan Buku "Dalam Cahaya Ramadan"

Pengusaha cantik asal Bandung yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Wilayah Jawa Barat ini menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi wilayah.

“Sekitar 85 persen kebutuhan pangan Riau masih dipasok dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Padahal, Riau memiliki sumber daya ekonomi dari kelapa sawit. Namun, belanja pangannya masih banyak ke luar daerah. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perputaran uang masih keluar daerah, dan sektor pertanian lokal belum dimaksimalkan. Sebagai solusi, Riezka mendorong penguatan pertanian lokal melalui pembentukan klaster komoditas berbasis wilayah.

 Baca Juga: Pep Guardiola: Final Piala FA Bukanlah Kunjungan Terakhir Saya ke Wembley

“Nantinya, akan ada wilayah khusus untuk buah-buahan, wilayah lain untuk sayuran, dan wilayah lainnya untuk persawahan,” jelasnya. Model ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, menciptakan spesialisasi daerah, serta memperkuat rantai pasok pangan.

Siapkan Empat Program

Untuk memastikan hasil yang optimal, Riezka menyiapkan empat skema utama yang dirancang agar menguntungkan para petani. Pertama, penyediaan bibit unggul. PT Kahuripan Niaga akan menyediakan bibit berkualitas tinggi dengan produktivitas yang baik.

“Kami akan menyediakan bibit unggul untuk komoditas yang memiliki permintaan pasar tinggi, seperti pisang, cabai, timun, jagung, kacang panjang, dan bawang merah,” jelasnya.

Kedua, pupuk murah dan organik. Program ini juga menyediakan pupuk dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas.

“Kita siapkan pupuk dengan biaya rendah, tetapi tetap memberikan hasil maksimal,” katanya.

 Baca Juga: Libur Nasional Tetap Layani Adminduk, Ini Respons Pengunjung dan Pedagang Pasar Modern Pasirpengaraian ke Disdukcapil Rohul

Ketiga, pendampingan petani. Pendampingan akan dilakukan oleh tenaga lokal yang telah dibekali pengetahuan pertanian. “Kami akan membina masyarakat setempat untuk menjadi pendamping petani, sehingga proses budidaya berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Keempat, menjadi offtaker. PT Rukun Raya akan berperan sebagai pembeli hasil panen petani.

“Ini yang paling penting, yaitu adanya jaminan pembelian hasil panen. Dengan begitu, petani bisa lebih tenang dalam berusaha,” tegas Riezka.

Lahan yang akan dimanfaatkan dalam program ini berasal dari tanah milik masyarakat yang tidak produktif, termasuk lahan bekas perkebunan sawit yang sudah tidak lagi digunakan.

“Sejauh ini, sudah ada empat kabupaten dari total sepuluh kabupaten di Riau yang kami jajaki untuk program ini,” ungkap Riezka.

Keempat kabupaten tersebut adalah Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Kampar. Sebagian diwakili langsung oleh kepala daerahnya seperti Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Bupati Pelalawan Zukri. Sementara itu, Inhu diwakili Sekretaris Daerah Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian dan Kampar mengutus Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kampar Nur Ilah Ali.

‘’Kita tentu menyambut baik program ini. Apalagi untuk memperkuat ketahanan pangan yang juga program Presiden Prabowo Subianto,’’ ujar Zulfahmi Adrian, Sabtu (16/5/2026).(das)

Editor : Edwar Yaman
#Riezka Rahmatiana #ketahanan pangan #lahan tidur