PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Posisi hilal awal Dzulhijjah 1447 Hijriah di wilayah Bengkalis dinyatakan telah memenuhi kriteria imkanur rukyat. Namun, hilal tidak dapat terlihat secara visual akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan ufuk tertutup awan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, mengatakan berdasarkan hasil hisab dan observasi, tinggi hilal hakiki berada pada posisi 6 derajat 58 menit 35 detik dengan lama hilal di atas ufuk selama 31 menit 09 detik.
“Secara astronomis posisi ini telah memenuhi kriteria imkanur rukyat,” ujar Muliardi saat melakukan pemantauan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1447 H di Pantai Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Ahad (17/5/2026).
Baca Juga: Jemaah Haji Riau Kloter BTH 03 Mulai Terima Gelang Armuzna
Ia menjelaskan, matahari terbenam pada pukul 18.13 WIB, sedangkan hilal terbenam pada pukul 18.44 WIB. Posisi hilal berada di sebelah utara atau di kanan matahari.
Menurut Muliardi, pelaksanaan rukyatul hilal merupakan bagian dari ikhtiar ilmiah dan syari dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Dzulhijjah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha.
Meski hasil hisab telah memenuhi syarat imkanur rukyat, penetapan resmi 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah tetap menunggu keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI.
Baca Juga: SMKN Pertanian Pekanbaru-DUDI Gelar Penyelarasan Kurikulum
“Hasil rukyatul hilal dari daerah akan dilaporkan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah,” katanya.
Muliardi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan kerukunan dalam menyikapi kemungkinan adanya perbedaan metode penentuan awal Dzulhijjah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah dan kerukunan umat, serta saling menghormati perbedaan metode dalam penentuan awal Dzulhijjah,” imbaunya.
Pemantauan hilal tersebut turut dihadiri jajaran Kanwil Kemenag Riau, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Pengadilan Agama Bengkalis, Kemenag Bengkalis, kepala KUA, serta sejumlah undangan lainnya. (ilo)
Editor : M. Erizal