PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Riau (Unri) resmi meluncurkan ASRI Student Journey dalam kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” di Teater Kampar Gedung Integrated Classroom kampus tersebut, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola Unri melalui digitalisasi sistem layanan terpadu. Student Journey ASRI merupakan sistem transformasi yang dikembangkan oleh Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri melalui UPA-PKKnya. Bertujuan menyeimbangkan Academic Index (AI) dengan Activity Index (AS) atau Portfolio Index dalam rangka menciptakan lulusan yang tidak sekadar menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kesiapan kompetensi dan daya saing global (Talent Beyond Degree).
Kegiatan diawali laporan Ketua Tim Digitalisasi Implementasi Student Journey ASRI sekaigus Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA-PKK) Unri Julita Saidi SE MSi AK CA. Selanjutnya, momentum utama kegiatan berlangsung pada sesi Keynote Speech sekaligus launching Student Journey ASRI yang disampaikan oleh Rektor Unri Prof Dr Hj Sri Indarti SE MSi.
Baca Juga: Ruko Sparepart Tiga Lantai dan Satu Unit Mobil di Jalan Riau Ujung Pekanbaru Ludes Terbakar
Rektor Unri Prof Dr Sri Indati SE MSi menegaskan komitmen Unri dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kesiapan karier mahasiswa melalui transformasi digital. Unri sedang melakukan lompatan besar dalam tata kelola institusi. Melalui ekosistem ‘’SATU UNRI’’.
’’Kita secara resmi mengintegrasikan seluruh layanan kampus ke dalam satu pintu digital. Transformasi ini bukan sekadar modernisasi sistem administratif, melainkan komitmen nyata Unri dalam mengubah paradigma pendidikan tinggi, memindahkan fokus kita dari sekadar mencetak sarjana yang bermodalkan ijazah kertas, menjadi melahirkan talenta utuh yang siap memimpin di era digital,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan demonstrasi sistem Student Journey ASRI oleh Kepala UPA TIK Unri Dr Ibnu Daqiqil MTI PhD. Sistem ini terintegrasi langsung ke dalam platform SATU UNRI sebagai pusat layanan digital di Universitas Riau. Melalui integrasi tersebut, seluruh proses pengembangan mahasiswa mulai dari asesmen karakter, rekam aktivitas organisasi, pengembangan kompetensi, hingga portofolio karier mahasiswa dapat terdokumentasi dan dipantau secara terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
Baca Juga: PNM Persiapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia
Dalam sistem ini juga ada keterlibatan dosen Penasehat Akademik serta unsur manajemen program studi/jurusan dalam melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan soft skills mahasiswa.
Dalam implementasinya, mahasiswa akan melalui tahapan asesmen digital untuk memetakan nilai budaya ASRI yang menjadi karakter utama Unri, yaitu Amanah, Santun, Responsif, dan Inovatif. Hasil asesmen tersebut tidak hanya menampilkan profil karakter mahasiswa, tetapi juga memberikan arah pengembangan diri, rekomendasi peningkatan kompetensi, serta aspek soft skills yang perlu diperkuat mahasiswa selama masa studi.
Selanjutnya penandatanganan komitmen bersama implementasi Student Journey ASRI oleh pimpinan Unri dan sesi launching ceremony bersama seluruh tamu undangan.
Dalam pada itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau Prof Dr Hermandra SPd MA memaparkan materi bertajuk “Student Journey ASRI: Menyeimbangkan Academic Index dan Activity Index Menuju Portofolio Talenta Unggul. Ia menjelaskan tantangan perguruan tinggi saat ini bukan hanya menghasilkan lulusan dengan IPK tinggi, tetapi juga menciptakan mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, adaptasi, dan daya saing global.
“Tantangan terbesar dunia kemahasiswaan hari ini adalah mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga memiliki daya saing dan karakter kuat di lapangan. Melalui sistem ASRI ini, seluruh keringat, prestasi, dan kontribusi sosial mahasiswa di luar kelas kini tervalidasi secara objektif lewat skor Activity Index yang terukur secara real-time. Tugas kita bukan sekadar mengantarkan mahasiswa mengenakan toga di hari wisuda, tetapi memastikan di balik toga tersebut ada karakter dan kompetensi yang matang,” jelasnya.
Dalam paparannya Prof Hermandra menjelaskan konsep integrasi Academic Index dan Activity Index melalui platform SATU UNRI untuk membangun profil talenta mahasiswa yang lebih komprehensif.
Berikutnya Wakil Rektor Bidang Akademik Unri Dr Mexsasai Indra SH MH menyampaikan materi tentang “Rekognisi Aktivitas Mahasiswa dalam Kurikulum: Sinkronisasi Akademik dengan Sistem ASRI. ”Ia menegaskan bahwa paradigm pendidikan tinggi telah bergeser dari sekadar menghasilkan ijazah menuju pengembangan talenta mahasiswa yang utuh. Aktivitas organisasi, kepemimpinan, magang, hingga proyek mahasiswa kini perlu mendapatkan rekognisi dalam sistem akademik universitas.
Baca Juga: Pemkab-Dandim Siap Kawal Ekonomi Kerakyatan
‘’Dunia industri bergerak sangat cepat, dan kurikulum kita harus menjadi pabrik talenta yang adaptif. Melalui platform SATU UNRI, kita menyinkronkan pencapaian akademik dengan portofolio luar kelas mahasiswa secara presisi. Kualitas akademik yang unggul di era modern bukan lagi diukur dari seberapa ketat kita mengurung mahasiswa di dalam ruang kelas, melainkan sejauh mana kurikulum kita mampu merayakan, memvalidasi, dan mengakomodasi pertumbuhan talenta nyata mereka di dunia kerja,” ujarnya. Melalui sistem ASRI berbasis SATU UNRI, aktivitas mahasiswa akan terdokumentasi secara digital dan terintegrasi dalam pengembangan portofolio kompetensi mahasiswa.
Pada sesi berikutnya, Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, yang juga merupakan Project Leader Indonesia Human Capital Development Roadmap 2024–2025 bersama Bappenas, menyampaikan materi bertajuk “Mencetak Leadership Talent: Mengapa Portofolio Non-Akademik Menjadi Akselerator Karier di Level Global. Dalam paparannya, Yosea menekankan pentingnya pengembangan soft skills, kepemimpinan, dan pengalaman non-akademik dalam membangun daya saing lulusan perguruan tinggi di era globalisasi.
‘’Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari tonggak sejarah ini. Unri merupakan kampus pertama di Indonesia yang melakukan transformasi Student Journey secara komprehensif dan terintegrasi penuh ke dalam sistem universitas. Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami dalam mendukung pengembangan human capital yang berdampak luas. Unri telah menetapkan standar baru bagi masa depan digitalisasi kemahasiswaan di tanah air. Langkah tersebut merupakan inovasi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja masa depan yang semakin dinamis dan kompetitif,’’ ungkapnya.
Memasuki sesi industri, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso, bersama Officer People Development & Management Regional Sumbagteng Telkomsel, Muhammad Fadly, membawakan materi bertajuk “The Future of Hiring: Validasi Skill Mahasiswa melalui Portofolio Digital yang Adaptif dengan Industri.”
Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki learning agility, kemampuan beradaptasi, penguasaan teknologi digital, dan karakter kerja yang kuat.
“Di dunia BUMN hari ini, kami tidak lagi sekadar mencari calon karyawan yang cerdas secara akademis, tetapi mereka yang memiliki soft skills tinggi dan berjiwa business ownership. Digitalisasi telah menyederhanakan proses kerja, sehingga karakter, learning agility, mental tangguh, dan self-awareness menjadi penentu utama. Dalam sesi wawancara kami, aspek IPK itu hanya menyumbang porsi kecil sekitar 20 persen, selebihnya yang kami kejar adalah kekuatan pola pikir, penguasaan teknologi, dan integritas karakter kandidat,” ujar Bambang Budi Santoso.
Baca Juga: Wabup Kampar Lantik 33 Pejabat dan Kepala Sekolah, Tekankan Profesionalisme ASN, Ini Nama-namanya
Sementara itu, Telkomsel Muhammad Fadly menegaskan bahwa tren rekrutmen modern kini mulai bergeser. Perusahaan tidak lagi hanya melihat IPK, tetapi juga pengalaman organisasi, proyek nyata, portofolio digital, hingga kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan kompetensi secara langsung melalui platform digital.
“Kesenjangan antara apa yang diajarkan di kelas dengan realitas di industri digital adalah tantangan nyata. Di era modern ini, perusahaan lebih tertarik pada impact daripada sekadar proses teoretis. Jika CV adalah wajah, maka Digital Portfolio di dalam sistem ASRI ini adalah ‘mulut’ yang menjelaskan sendiri keahlian autentik mahasiswa. Dengan proses rekrutmen masa kini yang mulai ditentukan oleh kecerdasan buatan (AI), portofolio digital ini akan menjadi senjata paling ampuh bagi lulusan UNRI untuk membuktikan keabsahan kompetensi mereka di pasar kerja,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dan diskusi panel bertema “Menyiapkan Talenta Unggul melalui Integrasi Akademik, Aktivitas, dan Karier” bersama seluruh narasumber, dilanjutkan sesi tanya jawab interaktif bersama peserta dari kalangan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari seluruh civitas akademika mulai dari Rektor, Wakil Rektor, para dekan fakultas beserta wakil dekan, ketua lembaga dan unit penunjang akademik, ketua jurusan, koordinator program studi hingga perwakilan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unri.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman