PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dilaporkan mengalami pemadaman listrik pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan tersebut turut berdampak di Provinsi Riau, termasuk Kota Pekanbaru yang mengalami pemadaman listrik total sejak sekitar pukul 18.30 WIB.
Di tengah cuaca yang terik sepanjang hari, padamnya listrik pada malam hari membuat warga mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas, baik di dalam maupun di luar ruangan. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas rumah tangga pada pasokan listrik.
Pihak PLN sebelumnya menginformasikan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya gangguan pada pembangkit listrik. Warga pun berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar pasokan listrik kembali normal.
Salah seorang warga Komplek Griya Mahoni Asri, Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Harris, mengaku kondisi malam ini terasa cukup menyulitkan. Menurutnya, cuaca Pekanbaru yang panas sejak siang membuat situasi semakin tidak nyaman ketika listrik mendadak padam.
“Dari siang memang panas sekali. Biasanya malam agak lebih sejuk, tapi karena listrik padam, kipas dan pendingin ruangan tidak bisa digunakan. Jadi panasnya terasa sekali, baik di dalam rumah maupun di luar,” ujar Harris.
Ia berharap PLN dapat bergerak cepat menangani gangguan pada pembangkit agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak pemadaman. Menurutnya, pemadaman berkepanjangan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi warga.
“Kalau bisa secepatnya lah. Banyak kerugian masyarakat kalau padam lama begini,” katanya.
Harris menambahkan, pemadaman listrik dalam durasi panjang dapat mengganggu aktivitas rumah tangga dan pekerjaan masyarakat. Selain itu, sejumlah bahan makanan yang membutuhkan pendingin juga dikhawatirkan rusak apabila listrik tak kunjung menyala.
Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya di Pekanbaru. Selain suhu udara yang terasa menyengat, masyarakat mengaku kesulitan menjalankan aktivitas malam hari karena minim penerangan dan terganggunya akses komunikasi akibat perangkat elektronik yang tidak dapat diisi daya.
Warga berharap PLN dapat segera menyelesaikan perbaikan pembangkit serta memberikan informasi berkala terkait perkembangan penanganan gangguan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai waktu pemulihan listrik.(nda)
Editor : Eka G Putra