PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tahun Kedua penyelenggaraannya, dua pasang pemenang Didi Meimei Riau 2026 dengan dua kategori yaitu anak-anak dan remaja dinobatkan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Ahad (24/5/2026) di Mal SKA Pekanbaru.
Para pemenang itu adalah Richie Evandy Anggunawan, dan Sheren Angelina TSE menjadi pemenang Didi Meimei kategori Remaja (B). Sedangkan Shane Valerian dan Scelyn Audrey Sikdiprawiro memenangkan kategori anak-anak (A)
Kedua pasang Didi Meimei Riau 2026 ini berhasil mengalahkan pasangan Didi Meimei Riau lainnya dari dua kategori tersebut.
Baca Juga: Tahun Kedua, Jalan Santai HUT ke-18 Kin Men Riau Berlangsung Semarak
Menurut Ketua PSMTI Riau Lindawati, tahun ini Didi Meimei Riau mengangkat tema, “Saya Bangga Menjadi Tionghoa Indonesia,” memiliki makna yang sangat baik dan mendalam. Kita ingin anak-anak dan generasi muda memahami bahwa menjadi Tionghoa Indonesia adalah sebuah kebanggaan tetap mencintai budaya leluhur, namun juga terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan sebagai bagian dari Indonesia.
"Saya percaya, anak-anak yang hadir dan tampil pada sore hari ini adalah generasi penerus yang nantinya akan membawa nama baik keluarga, daerah, dan komunitas kita. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat terus belajar menjadi pribadi yang cerdas, berbakat, rendah hati, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,"ucapnya.
Lindawati juga ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, sponsor, mentor, para orang tua, dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga acara Grand Final Didi Meimei Riau 2026 ini dapat terlaksana dengan baik dan meriah.
"Semoga kegiatan Didi Meimei Riau dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi positif bagi generasi muda di Riau, sekaligus mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki bersama,"tuturnya
Sementara itu, penggagas Didi Meimei Riau Stephen Sanjaya menjelaskan dinamika positif dan lompatan kualitas performa para peserta ini dipandang sebagai buah manis dari sebuah evaluasi mendalam oleh pihak pendiri dan pengurus PSMTI Riau.
Baca Juga: JCH Kuansing Bertolak ke Arafah, Siap-siap Laksanakan Wukuf
Format Didi Meimei sengaja dilahirkan ke permukaan sebagai jawaban atas persoalan klasik yang kerap melanda ajang Koko Cici terdahulu, di mana kepesertaan baru dimulai dari rentang usia 17 hingga 25 tahun.
"Sering kali Koko Cici yang sudah terpilih itu, biasanya umur 17 tahun kan berada di kelas dua SMU atau kelas sebelas. Begitu sudah terpilih, baru setahun bertugas mereka sudah harus kuliah keluar dari Riau. Akibatnya, tugas-tugas mereka di daerah sering menjadi bolong-bolong," ungkapnya
Dijelaskan Stephen Sanjaya lagi, berangkat dari realitas lapangan tersebut, sebuah terobosan strategis dicanangkan, yakni membimbing dan menempa tunas-tunas muda sejak usia dini.
Baca Juga: Tiga Pengedar Dibekuk, Puluhan Gram Sabu Disita di Kecamatan Keritang Inhil
Ketika fondasi karakter, mentalitas panggung, dan kepercayaan diri telah dipahat sejak masa kanak-kanak saat mereka masih menetap di Riau, maka saat menginjak usia matang nanti, mereka akan jauh lebih siap ketika naik ke level Koko Cici, baik untuk berkompetisi di tingkat daerah maupun melangkah ke tingkat nasional.
Hebatnya, meski baru memasuki tahun kedua pelaksanaan, padatnya program pembekalan berhasil memaksa performa para peserta melejit sejak tahun pertama.
Saat ini, Didi Meimei PSMTI Riau telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu cabang yang paling aktif dan "hidup" di tingkat nasional. Ke depan, pengurus menaruh harapan besar agar kolaborasi antar-angkatan bisa terjalin semakin solid dan akrab. Target besar pun mulai diusung, yakni mendorong terbentuknya kompetisi Didi Meimei di level nasional, mengikuti jejak sukses Koko Cici Nasional.
Baca Juga: RS Awal Bros, Pilihan Penanganan Pasien Serangan Jantung Akut
"Panggung Didi Meimei Riau bukan sekadar kompetisi unjuk bakat dan keelokan visual semata. Ia adalah kawah candradimuka, ruang persemaian di mana generasi muda suku Tionghoa di Riau ditempa jiwanya agar kelak mampu berdiri tegak, bersinergi, dan mengambil peran aktif dalam mendukung visi-misi besar pembangunan bangsa Indonesia,"tuturnya.
Editor : M. Erizal