Jemaah Bersiap Lontar Jumrah Hari Tasyrik di Tengah Suhu Ekstrem Mina

Joko Susilo • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 17:32 WIB
Para jemaah bersiap melontar jumrah hari tasyrik di tengah suhu ekstrem Mina. (Istimewa)
Para jemaah bersiap melontar jumrah hari tasyrik di tengah suhu ekstrem Mina. (Istimewa)

MAKKAH (RIAUPOS.CO) -- Di tengah lautan manusia yang berjalan perlahan sambil melantunkan talbiyah, para jamaah asal Riau itu menapaki salah satu rangkaian puncak ibadah haji dengan penuh kekhusyukan. 

Usai wukuf di Arafah, mereka sebelumnya singgah di Muzdalifah untuk mabid dan mengumpulkan kerikil sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina. Ketua Kloter BTH 03, Faulina Riska mengatakan, seluruh jamaah menjalani prosesi lontar Jumrah Aqabah dengan tertib sesuai pengaturan yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi. 

"Semalam jamaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah setelah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah untuk mabid dan mengambil kerikil. Alhamdulillah semua berjalan lancar," ujarnya.

Baca Juga: Selama Melontar Jumrah, Jemaah Haji Kuansing Mengambil Skema Tanazzul

Di tengah suhu panas yang mencapai lebih dari 41 derajat Celsius, pemerintah Arab Saudi menerapkan pembatasan waktu pelaksanaan lontar jumrah. Jamaah tidak diperkenankan melontar pada tengah hari demi menghindari risiko kelelahan dan cuaca ekstrem. Karena itu, jamaah Kloter BTH 03 dijadwalkan kembali melaksanakan lontar jumrah hari tasyrik pada sore hingga malam hari sekaligus mabid kembali di Mina.

Faulina menjelaskan, jamaah dibagi dalam dua skema pelayanan agar seluruh rangkaian ibadah tetap aman dan nyaman, terutama bagi jemaah lanjut usia. "Untuk jemaah lansia menggunakan skema murur. Mereka cukup mabid di tenda Mina dan lontar jumrahnya dibadalkan oleh petugas atau pembadal," jelasnya.

Sementara jamaah dengan kondisi fisik yang lebih kuat mengikuti skema tanazul mina. Mereka kembali ke hotel usai pelaksanaan ibadah tertentu dan tidak seluruh waktu bermalam di tenda Mina. Meski demikian, seluruh jamaah tetap berada dalam pengawasan ketat petugas kloter dan pembimbing ibadah agar tidak terpisah di tengah padatnya jutaan jamaah dari berbagai negara.

Baca Juga: Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi di Akhir Pekan

Di sela panas gurun dan kepadatan Mina, para jamaah tetap berusaha menjaga semangat ibadah. Wajah lelah tampak bercampur haru saat mereka menyelesaikan satu demi satu rangkaian haji. 

"Cuaca memang sangat panas, tetapi jamaah tetap antusias dan saling membantu. Kami terus mengingatkan agar menjaga kesehatan, minum yang cukup, dan mengikuti arahan petugas," tutup Faulina.

 

Editor : Rinaldi
hari tasyrik suhu ekstrem jemaah haji riau