Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Kembali Meluas di Riau

Tim Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:45 WIB
Tim Manggala Agni memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Siak, Kamis (28/5/2026). (Manggala Agni untuk Riau Pos )
Tim Manggala Agni memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Siak, Kamis (28/5/2026). (Manggala Agni untuk Riau Pos)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dilaporkan kembali meluas. Di tengah upaya tim gabungan berjibaku memadamkan api di Kabupaten Siak dan Rokan Hilir (Rohil), Kamis (28/5), titik kebakaran baru terdeteksi di Pulau Mendol dan Sokoi, Kabupaten Pelalawan.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan langsung bergerak cepat menyiapkan pengerahan personel Manggala Agni menuju lokasi baru yang berada di kawasan terpencil. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengonfirmasi, dua tim dari Daops Rengat telah disiagakan sejak sore hari untuk membawa perlengkapan pemadaman dan logistik. “Siang ini (Kamis, red) terdeteksi dua lokasi kebakaran baru di Pulau Mendol dan Sokoi Pelalawan. Tim Manggala Agni Daops Rengat mulai menyiapkan sarana prasarana dan logistik untuk diberangkatkan,” ujarnya, kemarin.

Ferdian menjelaskan, operasi pemadaman di Pulau Mendol dan Sokoi diprediksi tidak mudah. Selain faktor cuaca, tantangan utama bagi para personel adalah akses transportasi menuju lokasi kebakaran yang sangat terisolasi. 

Baca Juga: Suhu Udara Capai 35 Derajat Celcius, Tiga Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau 

Tim Manggala Agni harus mengombinasikan jalur darat dan perairan untuk bisa menjangkau titik api. Estimasi waktu tempuh dari posko menuju lokasi kebakaran diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam perjalanan via Pulau Muda.

Sementara itu, operasi pemadaman di dua kabupaten lainnya, yakni Siak dan Rokan Hilir, kini telah memasuki hari kedua. Karakteristik lahan yang terbakar di kedua wilayah tersebut merupakan perkebunan milik masyarakat dengan jenis tanah gambut yang sangat rentan.

Berdasarkan data estimasi awal dari Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, total luasan lahan yang terbakar sejauh ini meliputi Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak sekitar  20 hektare (ha) dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir  sekitar 8 hektare.

Baca Juga: Universitas Hang Tuah Pekanbaru Sembelih Empat Hewan Kurban

Di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, personel Daops IV Pekanbaru fokus menerapkan strategi penyekatan pada kepala api agar kebakaran tidak terus meluas ke area perkebunan lain. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari Satgas Udara yang melakukan pengeboman air (water bombing).

“Proses penyekatan berhasil dilakukan dan besok (hari ini, red) akan terus dilanjutkan mopping up (pembersihan) untuk memastikan seluruh potensi api benar-benar padam,” kata Ferdian.

Sedangkan di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, tim Manggala Agni Daops III Labuhanbatu Selatan (Sumut) masih terus melakukan proses pendinginan. Hingga kemarin, lokasi tersebut dilaporkan masih mengeluarkan asap tipis. Ferdian menekankan, karakteristik tanah gambut memerlukan penanganan ekstra karena bara api sering kali tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Ferdian tidak menampik bahwa kondisi cuaca panas yang ekstrem di wilayah Riau menjadi musuh utama bagi para petugas di lapangan. Suhu yang tinggi membuat proses pendinginan lahan gambut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama agar api tidak kembali bergejolak.

“Kendala di lapangan saat ini cuaca sangat panas. Air untuk kebutuhan pemadaman masih tersedia, walaupun volumenya sudah mulai terus berkurang,” jelasnya.

Mengingat jarak akses dari kantor desa atau posko utama ke titik api terbilang jauh dan memakan waktu, tim Manggala Agni mengambil langkah taktis dengan menggeser tempat peristirahatan mereka. Personel memilih untuk menumpang dan menginap di rumah-rumah warga yang lokasinya paling dekat dengan area kebakaran.

Baca Juga: KAGAMA Riau Laksanakan Qurban 1447 H di Limbungan, Tebar Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Langkah ini diambil demi memotong waktu mobilisasi, sehingga keesokan paginya tim bisa langsung melanjutkan aksi pemadaman dan pendinginan tanpa terkendala jarak tempuh yang jauh. Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga penuh guna mengantisipasi potensi munculnya titik-titik api baru di Riau.

Selama Mei, Kuansing Nihil Hotspot

Cuaca panas terik sudah terasa di Kuantan Singingi (Kuansing) selama tiga hari belakangan, mulai Senin (25/5) hingga Rabu (27/5). Suhu pun rata-rata 31 derajat Celcius. Syukurnya, sejak 1-27 Mei 2026, Kuansing masih bebas dari hotspot (titik panas). Tidak ada karhutla yang terjadi. 

“Alhamdulillah, di bulan Mei ini kita masih nihil titik api dan hotspot,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Kuansing H Yulizar lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Koko Mahyudi, Rabu (27/5). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan, hingga Kamis (28/5) sore, kondisi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar dalam keadaan aman dan terkendali.

Meski cuaca terpantau cerah, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Kalaksa BPBD Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan laporan harian BPBD, hingga saat ini tidak terdapat kejadian bencana maupun titik panas di wilayah Kabupaten Kampar. “Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar,” ujar Adi Candra.

Ia menjelaskan, informasi tersebut mengacu pada prakiraan cuaca BMKG dengan kondisi cuaca cerah, suhu udara berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius, kelembapan udara mencapai 73 persen, serta kecepatan angin 3,7 kilometer per jam dari arah tenggara.(sol/dac/kom) 

Editor : Arif Oktafian
#kebakaran hutan #karhutla riau #bpbd