PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor beruang madu (helarctos malayanus) ditemukan berkeliaran area kebun kelapa sawit milik warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Hal ini pertama kalinya direkam warga pada Jumat (29/5) malam lalu.
Berdasarkan laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Resor KSDA Kerumutan turun ke lokasi melakukan pengecekan dan mitigasi.
Kepala BBKSDA Riau Supartono memastikan, tim di lapangan telah memasang perangkap sejak Sabtu (30/5) sebagai langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Namun satwa tersebut belum masuk ke dalam perangkap tersebut.
Baca Juga: Harga Sawit Petani Anjlok, APKASINDO Riau: Spekulan Jangan Cari Kesempatan
‘’Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kita belum terima laporan baru kemunculan beruang di sekitar permukiman warga. Begitu juga dari masyarakat di sekitar lokasi,’’ sebut Supartono, kemarin.
Namun demikian, kata Supartono, Tim BBKSDA di lapangan masih tetap bersiaga melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi. Hal ini untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan kemunculan kembali satwa tersebut.
Baca Juga: Jelang Kepulangan ke Tanah Air, Jemaah Riau Jalani Rangkaian Persiapan Akhir di Tanah Suci
Terkait lokasi, di wilayah Kerumutan itu, BBKSDA Riau melaporkan, berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan. Atas hal ini, Supartono mengatakan, tim di lapangan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan masyarakat guna memperoleh informasi terkini terkait pergerakan satwa.
‘’Kepada masyarakat, kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan satwa yang dimaksudkan,’’ terang Supartono.
Baca Juga: Kakanwil Kemenkum Riau: Pancasila Pemersatu dan Membangun Keadilan Sosial
Supartono berharap ada kerjasama yang baik antara warga dan tim di lapangan. Hal ini guna memaksimal upaya mitigasi, hinffa potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir.
‘’Kita harus sama-sama menjaga kelestarian Beruang Madu, karena satwa ini merupakan satwa yang dilindungi negara,’’ Supartono menekankan.(end)
Editor : Arif Oktafian