SIAK (RP) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) km 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan satu unit mobil minibus bernomor polisi BH 7013 RU dan satu unit dump truk Hino BM 9064 VU. Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Empat korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, jajaran kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.
“Personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau yang sedang bertugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban. Petugas juga mengamankan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan pihak medis untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada para korban,” kata Jeki.
Menurutnya, penyelamatan korban menjadi prioritas utama petugas di lapangan. Para korban yang masih hidup segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Dembele Katakan Prancis Ingin Akhiri Masa Kepemimpinan Deschamps dengan Trofi Piala Dunia
Selain itu, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja juga melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan.
“Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja, melakukan olah TKP dan pendalaman guna mengetahui secara pasti penyebab serta kronologi lengkap kecelakaan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kecelakaan diduga bermula saat minibus yang membawa sembilan penumpang melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri.
“Sesampainya di km 46+200 Jalur A Tol Pekanbaru-Dumai, diduga pengemudi Toyota Hiace mengalami microsleep sehingga kendaraan menabrak bagian belakang dump truk Hino yang sedang bergerak di depannya,” jelas Eko.
Benturan keras mengakibatkan pengemudi minibus, Roka Munanda (30), meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga penumpang lainnya yang turut meninggal dunia di tempat adalah Tabrani (60), Nuraini (55), dan Usman R (80). Satu korban lainnya, Rasmida (57), meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Klinik Kasih Ibu.
Sedangkan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka. Beberapa korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
AKBP Eko mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan guna menekan angka kecelakaan di ruas jalan tol, khususnya yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk.
“Kami sudah melakukan beberapa upaya, antara lain berkoordinasi dengan Hutama Karya untuk mengaktifkan public address di gerbang tol sebagai sarana imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Selain itu, kami juga meminta pemasangan pita kejut pada beberapa titik rawan kecelakaan di ruas tol,” katanya.
Selain itu, personel Patroli Jalan Raya (PJR) juga diperintahkan lebih aktif melakukan langkah-langkah preventif saat patroli, terutama pada jam-jam rawan kecelakaan.
“Setiap melaksanakan patroli pada waktu-waktu rawan laka, anggota PJR kami instruksikan untuk menyalakan sirene sebagai bentuk pencegahan dan pengingat bagi pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara di jalan tol,” tambahnya.
Ia pun mengimbau para pengemudi agar tidak memaksakan diri mengemudi ketika kondisi fisik tidak prima.
“Silakan manfaatkan rest area yang tersedia di tol untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan memaksa untuk tetap mengemudi, jika dalam kondisi lelah atau mengantuk karena sangat berisiko terhadap keselamatan. Sudah beberapa kali kasus kecelakaan di tol akibat pengemudi mengantuk,” pungkasnya.(nda)
Editor : Bayu Saputra