Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Calon Siswa Diminta Perhatikan Data dan Kualitas Internet

Tim Redaksi • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:31 WIB
Orang tua murid sedang melakukan proses SPMB tatap muka di SMAN 1 Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Senin (8/6/2026). Kendala internet membuat penerimaan murid baru dilakukan secara langsung ke sekolah. (Wira Saputra/Riau Pos)
Orang tua murid sedang melakukan proses SPMB tatap muka di SMAN 1 Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Senin (8/6/2026). Kendala internet membuat penerimaan murid baru dilakukan secara langsung ke sekolah. (Wira Saputra/Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahapan awal Sistem Pene­rimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi di­mulai pada Senin (8/6) pukul 08.00 WIB melalui proses aktivasi akun secara daring.

Ketua Panitia SPMB Riau Jeffri Hunter MPd mengatakan, hingga saat ini server SPMB berjalan normal. 

Mungkin kendala yang dialami sebagian calon siswa lebih banyak disebabkan oleh faktor teknis di sisi pengguna, seperti masalah jaringan internet, kesalahan pengisian data, hingga ukuran dokumen yang diunggah.

Baca Juga: Proses Pemulangan Jemaah Haji Riau Berjalan Lancar

“Kemungkinan kendala yang dihadapi calon siswa saat ini berkaitan dengan koneksi internet di daerah masing-masing. Bisa juga karena menggunakan handphone saat mengakses sistem atau file yang diunggah terlalu besar,” kata Jeffri, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, panitia telah menetapkan ketentuan ukuran dan format dokumen yang harus diunggah. Karena itu, calon peserta diharapkan memperhatikan persyaratan tersebut agar proses aktivasi akun berjalan lancar.

“Pastikan dokumen yang diinput sesuai dengan permintaan. Formatnya PDF dan ukuran file tidak melebihi batas yang ditentukan. Selain itu, pastikan jaringan internet dalam kondisi baik saat melakukan unggah dokumen,”ujarnya.

Baca Juga: Sopir Ambulans dan Pasien Selamat, Tiga Penumpang Tewas

Menurut Jeffri, salah satu kendala yang juga kerap ditemukan adalah kesalahan pengisian data identitas siswa, terutama pada Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta tanggal lahir.

“Mungkin NISN yang seharusnya satu angka tetapi salah ketik menjadi angka lain. Karena itu kami mengimbau calon murid untuk memastikan seluruh data yang dimasukkan benar saat aktivasi akun,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa validitas data menjadi faktor penting dalam proses pendaftaran. Kesalahan sekecil apa pun dapat menyebabkan akun gagal diverifikasi atau menghambat tahapan berikutnya. Dalam proses aktivasi akun, calon murid wajib memasukkan NPSN sekolah asal, NISN, dan tanggal lahir sesuai data yang tercatat. Setelah itu, peserta dapat melanjutkan ke tahapan pendaftaran sesuai jalur yang dipilih.

Jeffri juga memastikan hingga hari pertama pelaksanaan, server SPMB Riau dalam kondisi aman dan mampu melayani akses dari calon peserta didik. “Kendala bukan di sistem kami. Sampai hari ini server aman. Beberapa kendala yang muncul lebih banyak berasal dari koneksi internet pengguna atau kesalahan saat menginput data dan mengunggah dokumen,” tegasnya.

Untuk itu, panitia mengimbau seluruh calon siswa dan orang tua agar melakukan pengecekan data secara teliti sebelum mengirimkan berkas, serta memastikan kualitas jaringan internet memadai agar proses aktivasi akun dan pendaftaran dapat berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga: 9 Sekolah Belum Kembalikan Kelebihan Bayar Seragam

SPMB SMA/SMK Negeri Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 dilaksanakan secara daring melalui portal resmi. Proses aktivasi akun menjadi tahapan awal yang wajib diselesaikan oleh seluruh calon peserta sebelum mengikuti proses seleksi pada jalur yang tersedia. 

Kendala Internet Masih Jadi Hambatan 

Meski sebagian besar berjalan lancar, hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK dan sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti masih diwarnai sejumlah kendala yang dialami calon peserta didik, Senin (8/6).

Keterbatasan akses internet hingga minimnya pemahaman terhadap sistem pendaftaran online membuat sebagian calon siswa terpaksa mendatangi sekolah untuk mendapatkan bantuan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di Kepulauan Meranti yang masih memiliki sejumlah wilayah dengan akses jaringan internet terbatas. 

Meski pendaftaran dilakukan secara daring, tidak semua calon peserta didik dapat mengakses sistem dari tempat tinggal mereka.

Syahrul, warga Kecamatan Rangsang Pesisir, mengaku harus datang langsung ke sekolah karena mengalami kesulitan mengakses layanan pendaftaran secara online. “Kami kesulitan jaringan internet, sehingga memilih datang langsung ke sekolah untuk dibantu melakukan pendaftaran,” ujarnya.

Situasi serupa juga diakui Kepala SMAN 1 Tebingtinggi, Poyadi. Menurutnya, sejak awal pihak sekolah telah mengantisipasi kemungkinan munculnya kendala teknis di lapangan dengan membuka layanan pendampingan bagi masyarakat.

“Sebagian besar lancar prosesnya. Namun kami telah mengantisipasi kemungkinan munculnya kendala teknis di lapangan dengan membuka layanan pendampingan bagi masyarakat,” ujarnya, Poyadi kepada Riau Pos, Senin (8/6).

Selain pendaftaran secara daring, panitia juga menyediakan layanan semi online dan offline untuk membantu calon peserta didik yang mengalami kesulitan. “Meranti masih masuk kategori daerah 3T. Masih ada desa-desa yang akses internetnya belum memadai. Selain itu, ada juga calon peserta didik yang belum memahami tata cara registrasi online. Karena itu sekolah membuka layanan bantuan pendaftaran,” ujarnya.

Menurut Poyadi yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kepulauan Meranti, belasan calon peserta didik telah mendatangi sekolah pada hari pertama pelaksanaan SPMB. Mayoritas datang karena terkendala jaringan internet maupun ketidaktahuan dalam mengoperasikan sistem pendaftaran.

“Alasan mereka beragam. Ada yang tidak memiliki paket internet, ada yang tidak mendapatkan jangkauan internet, dan ada juga yang belum memahami cara melakukan pendaftaran. Karena itu kami bantu langsung di sekolah. Untuk hari pertama ditempat kami ada belasan orang yang mendaftar langsung ke sekolah,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, Poyadi memastikan sistem pendaftaran secara keseluruhan berjalan lancar dan belum ditemukan gangguan pada server maupun aplikasi yang digunakan. “Sejauh ini sistem aman dan tidak ada gangguan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir apabila mengalami kesulitan saat mendaftar. Seluruh sekolah telah membuka layanan informasi dan pendampingan bagi calon peserta didik maupun orang tua.

Selain itu, Poyadi menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya apa pun.

Sekolah Favorit Dipadati Pendaftar

Hari pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hilir berlangsung ramai. SMAN 1 Tembilahan, SMKN 1 Tembilahan, dan SMAN 1 Tembilahan Hulu menjadi sekolah yang paling banyak didatangi calon siswa bersama orang tua, Senin (8/6).

Meski pendaftaran dilakukan secara online, ratusan calon peserta didik tetap mendatangi sekolah untuk melakukan verifikasi data, menyerahkan berkas, serta meminta informasi terkait jalur pendaftaran.

Kepala SMAN 1 Tembilahan Hulu Agus Purwanto mengatakan pihaknya telah mengantisipasi tingginya jumlah pendaftar dengan menyiapkan panitia dan fasilitas pelayanan yang memadai. “Sejak pagi sudah ramai. Tahun ini kami menyediakan kuota 11 rombongan belajar,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SMKN 1 Tembilahan. Kepala sekolah Abd Rahim menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Tahun ini SMKN 1 Tembilahan membuka 13 rombongan belajar dengan kapasitas 36 siswa per kelas. Seluruh panitia telah disiagakan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran. (dof/wir/*2/amn/dac)

Editor : Arif Oktafian
#ppdb riau #spmb riau 2026 #sma negeri riau #smk negeri riau #penerimaan murid baru