PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tepat pukul 00.00 wib, Rabu (10/6/2026) harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di wilayah Riau mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Harga Pertamax resmi naik menjadi Rp17.000 per liter, melonjak dari harga sebelumnya di angka Rp12.900 per liter.
Kenaikan BBM tersebut, dikeluhkan pengguna kendaraan bermotor yang kaget lantaran kenaikan BBM nonsubsidi dilakukan tanpa ada sosialisasi kepada pengguna sebelumnya. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada peningkatkan biaya sehari-hari.
Pantauan Riaupos.co di salah satu SPBU di Jalan Soekarno-Hatta tepatnya di depan Kantor PKS Pekanbaru. Terlihat beberapa pengendara masih banyak yang kaget atas kenaikan BBM jenis Pertamax 92 pagi ini.
Baca Juga: Wahid Ganti Kabid PUPR Riau Tanpa Koordinasi dengan Kepala Dinas, JPU Sebut Penyalahgunaan Kekuasaan
Meski begitu antrean Pertamax turbo masih ada namun tidak seramai antrean pengguna pertalite.
Seorang pengendara motor pengguna Pertamax 92 Wisnu Ardi (38) mengaku kesal dan kecewa terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan tanpa adanya sosialisasi kepada para pengguna kendaraan.
Apalagi selisih harga yang cukup signifikan, membuat dirinya dan pengguna BBM nonsubsidi mulai beralih ke BBM subsidi untuk bisa menghemat biaya kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Di Inhu, Pelaksanaan SPMB Dimulai 1 Juli, Tidak Dipungut Biaya
"Jelas kecewa dan kaget karena kenaikan BBM ini secara tiba-tiba. Bisanya hanya dengan uang Rp26.000 bisa dapat 2 liter BBM nonsubsidi, sekarang jelas berat jadi lebih baik beralih ke BBM subsidi agar keuangan tidak menjerit disituasi perekonomian yang semakin bergejolak ini,"tuturnya
Sementara itu, pengawas SPBU Amri mengatakan Pertamax 92 tepat pukul 00.00 WIB mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter .
Dengan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi ini membuat banyak pengendara mulai beralih ke BBM subsidi karena selisih harganya yang cukup tinggi.
Baca Juga: Digitalisasi Pajak dan Retribusi, QRIS Disiapkan untuk Tekan Kebocoran PAD Meranti
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan penimbunan BBM subsidi karena akan berdampak pada pasokan BBM untuk masyarakat luas,"ucapnya.
Editor : M. Erizal