Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Seluruh Guru SMKN Pertanian Pekanbaru Ikuti Workshop Pembuatan Modul Ajar yang Terintegrasi dengan P4GN

Herianto Baserah • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40 WIB
Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Elvita Herasanty SIP MPd (dua kiri) bersama dengan para wakil kepala sekolah dan narasumber workshop Pembuatan Modul Ajar yang Terintegrasi dengan P4GN, Senin (15/6/2026).(SMKN Pertanian untuk Riau Pos)   
Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Elvita Herasanty SIP MPd (dua kiri) bersama dengan para wakil kepala sekolah dan narasumber workshop Pembuatan Modul Ajar yang Terintegrasi dengan P4GN, Senin (15/6/2026).(SMKN Pertanian untuk Riau Pos)   

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertanian Terpadu Pekanbaru mengikuti Workshop Pembuatan Modul Ajar (Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler) Terintegrasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika  (P4GN) serta penyusunan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Acara berlangsung di Laboratorium Seni Budaya dan Film sekolah tersebut, Senin (15/6/2026). Narasumber Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau Yurnida SPd MPd.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Elvita Herasanty SIP MPd mengatakan, tujuan workshop ini adalah pertama meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran atau modul ajar yang komprehensip, mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

‘’Intrakurikuler mencakup mengintegrasikan nilai P4GN ke dalam mata pelajaran umum maupun produktif pertanian misalnya etika agribisnis, keamanan pangan atau pengelolaan lingkungan. Kokurikuler mencakup menyusun proyek penguatan karakter seperti P5 yang bertema antinarkoba dan kesehatan remaja. Ekstrakurikuler mencakup merancang panduan kegiatan luar kelas seperti pramuka, pecinta alam, taruna yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba,’’ ujarnya.

Baca Juga: Erling Haaland Cetak Dua Gol dalam Debutnya di Piala Dunia saat Norwegia Kalahkan Irak 4-1

Tujuan kedua, mengintegrasikan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) ke dalam proses pembelajaran secara kontekstual. Ketiga, membekali guru dengan keterampilan menyusun instrumen penilaian berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi Higher Order Thinking Skill (HOTS), khususnya yang relevan dengan mata pelajaran. Bentuk kegiatan yakni pemaparan materi dari narasumber dan bedah modul pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
#workshop #SMKN Pertanian Pekanbaru