PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aktivasi akun dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN/SMKN Tahun Ajaran 2026/2027 di Riau telah berakhir sejak Ahad (14/6) lalu. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau memperpanjang waktu aktivasi akun untuk mengakomodir mereka yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran.
“Sesuai juknis (petunjuk teknis), aktivasi akun sampai tanggal 14 Juni. Namun hingga saat ini kami masih membuka kesempatan bagi calon siswa untuk melakukan aktivasi akun dan mengunggah dokumen persyaratan,” ujar Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, Selasa (16/6).
Dijelaskan Jeffri, kebijakan tersebut diambil karena masih terdapat beberapa sekolah di sejumlah kabupaten yang baru menerbitkan Surat Keterangan Lulus (SKL). Jika sistem ditutup sepenuhnya sesuai jadwal awal, maka siswa yang belum memperoleh SKL berpotensi kehilangan kesempatan mendaftar.
Baca Juga: Pasar Murah Jaga Ketersediaan Bahan Pokok
“Ada beberapa sekolah yang baru mengeluarkan SKL sehingga tidak mungkin kami biarkan siswa tersebut tidak memiliki akun untuk mendaftar. Selain itu, ada juga kendala jaringan internet dan berbagai persoalan teknis lainnya yang menyebabkan sebagian calon siswa belum sempat menyelesaikan proses pendaftaran,” jelasnya.
Jeffri menegaskan, batas waktu aktivasi akun pada 14 Juni bukan berarti sistem dikunci secara permanen. Calon peserta didik yang masih mengalami kendala tetap dapat membuat akun dan melengkapi dokumen yang diperlukan. “Yang belum keluar SKL, mengalami kendala internet, maupun yang belum menyelesaikan finalisasi akun, masih kami berikan kesempatan,” katanya.
Ia menjelaskan, penetapan batas aktivasi akun dalam juknis dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penumpukan pendaftar pada akhir masa pendaftaran. Dengan demikian, calon siswa memiliki waktu lebih banyak untuk menentukan pilihan sekolah apabila tidak lolos pada pilihan pertama.
Hingga Selasa (16/6), akun yang telah diaktivasi mencapai 81.029. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 80.618 akun. Jeffri menyebutkan, proses pembuatan akun masih dapat dilakukan hingga 19 Juni 2026.
Namun demikian, peluang memilih sekolah akan semakin terbatas mendekati batas akhir pendaftaran. “Pada tanggal 19 Juni pukul 13.00 WIB, pemilihan sekolah sudah ditutup. Jadi memang akun masih bisa dibuat, tetapi kesempatan memilih sekolah semakin sedikit karena waktu pendaftaran semakin sempit,” ujarnya.
Masih dibukanya aktivasi akun juga menyebabkan adanya pergeseran jumlah pendaftar pada setiap pilihan sekolah. Data terbaru menunjukkan sebanyak 74.485 calon siswa telah menggunakan kesempatan pilihan pertama, 16.739 calon siswa telah memanfaatkan kesempatan memilih sekolah pada pilihan kedua. Adapun yang menggunakan kesempatan pilihan ketiga tercatat sebanyak 3.068 calon siswa.
Meski demikian, Jeffri mengatakan tidak semua pemilik akun menggunakan kesempatan memilih sekolah. Sebagian calon siswa kemungkinan juga telah diterima atau memilih melanjutkan pendidikan di lembaga pendidikan lain.
“Ada yang membuat akun tetapi tidak menggunakan pilihan pertama, kedua maupun ketiga. Kemungkinan mereka sudah diterima atau masuk ke sekolah berasrama, pesantren, atau lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya.(das)
Laporan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian