PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru launching Eco-Owly sebagai implementasi Program Ekoteologi sekaligus menyukseskan Program Ekoteologi Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Program Pekanbaru Green City, Rabu (17/6/2026). Launching Eco-Owly ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau Dr H Jisman MA.
Launching Eco-Owly MAN 2 Pekanbaru dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Riau Dr H Muliardi MPd yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau Dr H Jisman MA, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Syahrul Mauludi MA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra SIP MSi, Plt Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekanbaru H Zulfa Hendri MPd.
Kepala MAN 2 Pekanbaru H Ghafardi SAg MPdI dalam sambutannya mengatakan, ekoteologi berasal dari dua kata ekologi plus teologi yaitu cara pandang Islam soal menjaga lingkungan.
‘’Maknanya, kita bukan tuan bumi akan tetapi pengelola atau sebagai khalifah yang dipercaya menjaga, merawat melestarikan bukan merusak, tentu sejalan dengan surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 1 Tahun 2025 tentang kebersihan lingkungan madrasah,’’ paparnya.
Dikatakannya, Eco-Owly merupakan patung setinggi dua meter berbentuk burung hantu, ditetapkan menjadi ikon ekoteologi MAN 2 Pekanbaru. Eco-Owly tidak hanya berperan menjadi rumah bagi limbah botol plastik, tetapi juga menjadi simbol semangat peduli lingkungan, penggerak prestasi di bidang riset, serta pemantik ide-ide di bidang enterpreneurship.
Disebutkannya, melalui program Eco-Owly MAN 2 Pekanbaru dapat menjadi pilot projek madrasah dan sekolah penggerak Green City Pekanbaru. Eco-Owly MAN 2 Pekanbaru semoga dapat menjadi showcase kolaborasi madrasah dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengurangi sampah sebagai bentuk edukasi publik.(nto/c)
Baca Juga: Hujan Lebat Guyur Kota Bangkinang Kampar, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Air
Editor : Edwar Yaman