Pelatihan SDM Perkebunan Gelombang I Peserta asal Kuansing Kerjasama BPDP-Ditjenbun-BPI Hadirkan Banyak Manfaat
Redaksi• Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB
Peserta Pelatihan TBKS BPDP-BPI Angkatan I-VI asal Kuansing, berlangsung di Hotel Furaya, Pekanbaru, 8-13 Juni 2026.(BPI UNTUK RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Best Planter Indonesia (BPI) ditahun 2026 ini, kembali menyelenggarakan pelatihan budidaya kelapa sawit di kota Pemanbaru-Riau, bekerjasama dengan BPDP, Ditjenbun, Disbun Provinsi Riau dan Disbunnak Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi 185 orang yang terbagi atas 6 kelas paralel, berlangsung di Hotel Furaya, 8-13 Juni 2026.
Kegiatan pelatihan gelombang 1 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kuantan Singingi, Andri Yama Putra, SHut MSi, Selasa (9/6/2026) di Ballroom Lancang Kuning, Hotel Furaya, kota Pekanbaru.
Dalam sambutan, Kadisbunnak Kuansing menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung dan memfasilitasi program SDM Perkebunan.
Kemudian beliau berpesan kepada semua peserta agar meniatkan ikut pelatihan sebagai ibadah untuk meningkatkan perekonomian keluarga khususnya, perekonomian Kuansing, Provinsi Riau dan Negara Republik Indonesia pada umumnya.
Dalam acara pembukaan pelatihan turut hadir M Apuk Ismane, SP MSi dari Pusat Pelatihan Pertanian, Kementrian Pertanian yang ternyata berasal dari Kuantan Singingi. Beliau menyampaikan Perkebunan sawit di Indonesia menjadi industri strategis nasional.
Para pekebun agar senantiasa meningkatkan produktivitas hasil produksi sawitnya, menjaga keberlangsungan sektor Perkebunan sawit, dan meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebunnya. Dengan ikut pelatihan budidaya kelapa sawit, diharapkan kemampuan peserta dalam mengelola kebun sawitnya akan meningkat.
Sementara itu, Rayan Pribadi mewakili Kadisbun Provinsi Riau menyampaikan bahwa Disbun Provinsi Riau mendukung kegiatan pelatihan SDM Perkebunan. Provinsi Riau khususnya Disbunnak Kuansing menjadi percontohan skala Nasional untuk program PAMIGO (Pabrik Minyak Goreng).
Beliau berpesan kepada peserta bahwa kesempatan ikut sebagai peserta pelatihan wajib disyukuri dan berterima kasih kepada para pihak yang sudah memfasilitasinya. Dapatkan ilmu sebanyak-banyaknya untuk dibagikan ke petani yang belum berkesempatan ikut pelatihan.
Direktur Best Planter Indonesia Ir Heri Dwi Basuki, MM dalam sambutannya menyampaikan 2 faktor penting dalam berkebun sawit, yaitu Pupuk dan Bibit.
"Gunakan pupuk yang ramah lingkungan dan gunakan bibit yang bersertifikat, karena berkebun sawit ini untuk jangka panjang sampai 25 tahun kedepan. Jangan beli pupuk dan bibit asal murah, tapi belilah pupuk dan bibit yang berkualitas, sehingga hasil panennya juga berkualitas," bebernya.
Beliau juga berpesan, selamat belajar kepada peserta dan berharap semoga mendapat banyak manfaat dari pelatihan Budidaya ini.
Dengan mengikuti pelatihan pengembangan SDM Perkebunan modul Budidaya Kelapa Sawit ini, peserta mendapatkan banyak informasi, pengetahuan dan pengalaman baru untuk meng-upgrade kemampuannya dalam mengelola kebun sawit, demi produktivitas yang lebih baik lagi kedepannya.(rls)