Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Aktivasi Akun dan Pemilihan Sekolah Ditutup Hari Ini

Dofi Iskandar • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:02 WIB
Ilustrasi Pelajar. (JPG)
Ilustrasi Pelajar. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMAN/SMKN di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki fase akhir. Tim Teknis SPMB Riau mengingatkan para calon peserta didik yang belum menentukan pilihan sekolah agar segera memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum sistem ditutup.

Tim Teknis SPMB Riau  Jeffri Hunter menjelaskan, proses aktivasi akun dan pemilihan sekolah akan ditutup Jumat (19/6)  hari ini pukul 13.00 WIB. Setelah batas waktu tersebut, seluruh akun dan pilihan sekolah akan dikunci oleh sistem.

“Pada tanggal 19 Juni pukul 13.00 WIB akun sudah ditutup dan pemilihan sekolah juga dikunci. Setelah itu tidak ada lagi pilihan yang bisa dilakukan oleh calon peserta didik,” ujar Jeffri, Kamis (18/6). ‘’Tahapan berikutnya adalah verifikasi data oleh pihak sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga pukul 13.00 WIB,’’ tambahnya.

Baca Juga: Pemprov Resmi Buka Pendaftaran Capim PT Jamkrida Riau 

Masih terdapat sejumlah dokumen peserta yang memerlukan proses verifikasi, termasuk perbaikan data dan kelengkapan administrasi lainnya. Karena itu, meskipun pendaftaran telah ditutup, sistem tetap bekerja untuk menyelesaikan seluruh proses validasi data peserta.

“Yang belum terverifikasi akan diproses pada tanggal 20 Juni sampai pukul 13.00 WIB. Semua memang sudah ditutup, tetapi data tetap berproses karena masih ada dokumen yang harus diverifikasi dan diselesaikan oleh sekolah,” jelasnya.

Selanjutnya, pada 21 Juni 2026 akan dilakukan proses rekonsiliasi oleh sistem. Tahapan ini bertujuan untuk melakukan pemenuhan kuota pada jalur-jalur penerimaan yang masih memiliki kursi kosong. “Rekonsiliasi dilakukan untuk mengisi kuota yang masih kosong di masing-masing jalur penerimaan. Proses ini dilakukan sepenuhnya oleh sistem,” katanya.

Baca Juga: Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian

Setelah seluruh tahapan selesai, hasil seleksi SPMB Riau dijadwalkan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Jeffri juga mengimbau para calon peserta didik yang masih memiliki kesempatan memilih sekolah agar tidak menunda keputusan hingga batas akhir waktu pendaftaran.

“Kami mengimbau agar segera melakukan pemilihan sekolah. Jangan menunggu sampai waktu habis. Jika masih ada kesempatan, silakan dimanfaatkan dan segera tentukan pilihan sekolah sebelum pukul 13.00 WIB besok,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru hingga menjelang penutupan pendaftaran, jumlah akun calon peserta didik yang telah diaktivasi mencapai 81.029 akun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78.094 peserta telah menggunakan kesempatan pilihan sekolah pertama. Kemudian sebanyak 20.708 peserta telah memanfaatkan pilihan sekolah kedua, sementara 5.319 peserta telah menggunakan kesempatan pilihan sekolah ketiga.

Pihak panitia berharap seluruh calon peserta didik dapat memanfaatkan sistem secara optimal dan mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar proses seleksi berjalan lancar dan transparan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Erisman Yahya, mengimbau para orang tua dan calon peserta didik baru agar tidak memaksakan diri mendaftar ke sekolah tertentu jika peluang diterimanya sangat kecil.

Menurutnya, dalam proses SPMB, siswa sebaiknya mempertimbangkan peluang diterima berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Erisman mengatakan, masih banyak orang tua maupun calon siswa yang berfokus pada sekolah-sekolah favorit tanpa memperhatikan kemampuan akademik, prestasi, maupun faktor domisili yang menjadi dasar seleksi.

Baca Juga: 1 Hotspot Terpantau di Dumai, Riau Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang 

“Jangan memaksakan kehendak untuk masuk ke sekolah tertentu apabila memang tidak memenuhi syarat. Carilah sekolah yang peluang diterimanya lebih besar, terutama pada jalur domisili,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap jalur penerimaan memiliki kriteria yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik. Karena itu, siswa dan orang tua perlu memahami posisi serta peluang yang dimiliki sebelum menentukan pilihan sekolah.

Menurutnya, memaksakan diri mendaftar ke sekolah dengan tingkat persaingan tinggi tanpa didukung nilai, prestasi akademik maupun nonakademik yang memadai justru berisiko membuat siswa tidak lolos seleksi.

“Kalau tidak memiliki prestasi, nilainya rendah, atau tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu. Lebih baik mencari sekolah yang memang berpotensi besar menerima siswa tersebut. Misalnya jalur domisili,” katanya.

Erisman menegaskan bahwa proses SPMB saat ini telah berjalan secara digital dan terintegrasi melalui sistem. Karena itu, seluruh data dan proses seleksi dapat dipantau secara terbuka sehingga tidak ada ruang untuk praktik yang menyimpang dari ketentuan. “Apalagi saat ini semuanya sudah melalui sistem. Semua data dan proses seleksi akan terlihat di sistem. Jadi tidak bisa main-main,” tegasnya.

Dengan sistem yang berjalan secara transparan tersebut, lanjut Erisman, peluang setiap calon peserta didik akan ditentukan berdasarkan data dan persyaratan yang dimiliki, bukan karena faktor lain di luar ketentuan yang berlaku.

Ia menilai, saat ini kualitas pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Riau sudah semakin merata. Karena itu, masyarakat tidak perlu terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja. “Mutu sekolah kita sudah bagus-bagus. Tidak hanya sekolah yang dianggap favorit, tetapi banyak sekolah lain yang juga memiliki kualitas pendidikan yang baik,” jelasnya.

Ia mengingatkan para calon peserta didik dan orang tua untuk memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem SPMB guna melihat peluang diterima di masing-masing sekolah.  Dengan demikian, pilihan sekolah dapat disesuaikan dengan kemampuan dan peluang yang dimiliki.DOI(dof)

 

Editor : Arif Oktafian
#spmb riau 2026 #aktivasi akun spmb #penerimaan murid baru