DUMAI (RIAUPOS.CO) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) mengusung semangat peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara produktif pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kelurahan Teluk Makmur, Kota Dumai.
Hal ini tercermin dari pelaksanakan program inovatif bertajuk Lestarikan Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga (Lentera Toga) yang sukses digelar mahasiswa Kukerta dari FK Unri ini di kelurahan tersebut. Adapun lahan kosong yang disulap menjadi kebun produktif berada di belakang Kantor Lurah Teluk Makmur.
Para mahasiwa Kukerta, yang terdiri dari Aqilah Sakura, Nayla Risadi, Nikita Kenzabrina, Putri Ramadhani, Disty Ananda, M. Rismal, Muhammad Zikri, Miftahul Fauzan dan Marsa Arsada ini, berkolaborasi dengan masyarakat setempat pada kegiatan yang digelar Kamis (18/6/2026) lalu itu.
Baca Juga: Kalahkan Unaaha FC Konawe 2-1, Wahana FC Buka Kans Lolos ke 8 Besar Liga 4 Nasional
Para mahasiwa ini turut dihadiri oleh sekitar 20 orang anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Teluk Makmur serta mendapat dukungan penuh dari pihak kelurahan.
Program Lentera Toga ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Tanaman Obat Keluarga sebagai langkah promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
Dalam proses pengerjaannya, tim mahasiswa sempat menghadapi kendala berupa kondisi lahan belakang kantor lurah yang sebelumnya kurang terawat dan dipenuhi semak belukar.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan IRT Inur di Ujung Batu Terungkap, Suami Siri Jadi Tersangka dengan Motif Sakit Hati
Namun, berkat semangat gotong royong antara mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan aparatur kelurahan, area tersebut berhasil dibersihkan dan disulap menjadi lahan produktif dalam waktu singkat. Tantangan tersebut justru menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat.
Adapun tanaman obat yang ditanam meliputi jahe, kunyit, kumis kucing, lidah buaya, kencur, daun sirih, sereh, dan lengkuas, dengan masing-masing sebanyak tiga bibit. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki berbagai manfaat kesehatan, mudah dibudidayakan, serta dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain melakukan penanaman, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat berbagai tanaman obat keluarga. Jahe dikenal dapat membantu menghangatkan tubuh dan meredakan mual, kunyit bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, kumis kucing sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih, sementara lidah buaya banyak digunakan untuk kesehatan kulit dan rambut.
Baca Juga: Perkuat Kapasitas Analis Kebijakan Berbasis Bukti, Kemenkum Riau Ikuti Policy Talks 2026
Lalu Kencur, daun sirih, sereh, dan lengkuas juga diperkenalkan sebagai tanaman yang memiliki berbagai manfaat kesehatan dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional maupun kebutuhan rumah tangga.
Ketua Kelompok sekaligus Koordinator KKN Teluk Makmur Muhammad Zikri Amri menyampaikan, program ini menjadi jembatan penting untuk menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman obat tradisional di tengah kehidupan modern.
''Melalui program Lentera Toga, kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan memanfaatkan tanaman obat yang mudah ditanam di lingkungan sekitar. Kami berharap kebun Toga ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus sumber tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga," ujar Zikri.
Pada kesempatan yang sama Lurah Teluk Makmur Zulkifli mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa Kukerta FK Unri. Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun hijau memberikan dampak ganda, baik dari sisi keindahan lingkungan maupun manfaat kesehatan bagi masyarakat.
''Program ini sangat baik karena tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih hijau, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap kebun Toga ini dapat terus dirawat dan menjadi contoh bagi warga untuk menanam tanaman herbal di pekarangan rumah masing-masing, sebagai tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan tradisional dan bumbu masakan rumah tangga," ungkapnya.
Tidak sekadar menanam, para mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai fungsi kesehatan dan cara perawatan tanaman secara berkala. Respons positif datang dari warga yang diwakili oleh Ketua PKK Kelurahan Teluk Makmur Aminatu Sakdiah.
''Kami sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Selain menambah wawasan tentang tanaman obat, kegiatan ini juga mendorong ibu-ibu untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, penanaman Toga di pekarangan rumah juga berpotensi membantu menunjang ekonomi keluarga,'' tuturnya.
Baca Juga: Talam Durian Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI, Pemko Bidik Kesejahteraan UMKM
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta FK Unri dr Timotius Agung Soripada M Biomed turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Lentera Toga. Menurutnya, keberadaan tanaman obat keluarga memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
''Toga sangat penting sebagai salah satu langkah promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Selain itu, Toga juga dapat dimanfaatkan sebagai tatalaksana awal untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan sebelum masyarakat memutuskan untuk berobat ke dokter. Pemanfaatan Toga juga dapat membantu mencegah penggunaan obat yang tidak rasional, karena penggunaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan masyarakat,'' jelas dr Timotius.
Sebagai wujud keberlanjutan dari komitmen Pengabdian Kukerta Berdampak Unri kebun Toga yang telah selesai dibangun ini, nantinya akan dirawat secara berkala melalui kerja sama antara ibu-ibu PKK dan aparatur Kelurahan Teluk Makmur.
Diharapkan keberadaan Kebun Lentera Toga tidak hanya menjadi penghijauan lingkungan, tetapi juga menjadi pusat edukasi sederhana bagi masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.(end)
Editor : Edwar Yaman