SIAK (RIAUPOS.CO) - Creative Home Bedelau Artistic bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau menyelenggarakan Workshop dan Pertunjukan Tradisi Gurindam, Langgam, dan Zapin Melayu di Sabak Auh, Kabupaten Siak. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Juni 2026, ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat upaya pelestarian dan pewarisan budaya kepada generasi muda serta masyarakat luas.
Acara pembukaan dihadiri oleh Camat Sabak Auh, para narasumber, maestro budaya, praktisi seni, tokoh masyarakat, mitra kegiatan, guru pendamping, serta peserta workshop. Dalam laporannya, Ketua Panitia Rusman Effendi menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana melalui Program FPK hasil kerja sama antara Creative Home Bedelau Artistic dan Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau. Lembaga tersebut sebelumnya dikenal sebagai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV yang membawahi wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga serta Pemerintah Kecamatan Sabak Auh.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Melalui workshop dan pertunjukan tradisi ini, kami berharap tercipta ruang belajar, ruang apresiasi, sekaligus ruang kolaborasi yang dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah,” ujar Rusman Effendi.
Workshop ini dirancang sebagai ruang pembelajaran budaya yang mempertemukan pelaku budaya senior, praktisi seni, guru, pelajar, komunitas budaya, dan masyarakat umum dalam proses pembelajaran yang partisipatif. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pelajar dari berbagai sekolah, guru pendamping dan guru seni budaya, anggota komunitas seni dan budaya, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap kebudayaan Melayu. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi materi, diskusi, demonstrasi, praktik, hingga pemantapan pertunjukan.
Sebagai puncak kegiatan, pada malam hari tanggal 20 Juni 2026 diselenggarakan Pertunjukan Tradisi Gurindam, Langgam, dan Zapin Melayu di area Kantor Camat Sabak Auh. Pertunjukan tersebut menjadi wadah apresiasi sekaligus sarana diseminasi budaya kepada masyarakat luas melalui penampilan para peserta workshop bersama pelaku budaya dan fasilitator.
Pada malam pertunjukan, Camat Sabak Auh Sugiati SPi MSi yang diwakili oleh Bendahara Kecamatan Rusman Habayahan SIP menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dan harapan Camat Sabak Auh agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi tradisi budaya di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akhiri Paceklik Gol, Jadi Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Piala Dunia
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas daerah,” ujarnya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Siak, Pemerintah Kecamatan Sabak Auh, para narasumber, peserta, serta seluruh mitra yang terlibat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda Melayu dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pemajuan kebudayaan Indonesia, khususnya di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi Melayu di masa mendatang.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman