Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disdik Salah Data, Plt Gubri Mohon Maaf

Soleh Saputra • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:50 WIB
SF HARIYANTO. (JPG)
SF HARIYANTO. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - MEDIA sosial di Provinsi Riau belakangan ini sempat dihebohkan dengan pemberitaan yang memuat pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghambat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terkait hal tersebut, Plt Gubri SF Hariyanto menyampaikan permohonan maaf atas kehebohan yang terjadi terkait informasi pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pendapatan restribusi daerah. Hal ini dilakukan untuk menjawab simpang siur informasi yang beredar di dunia maya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, untuk itu saya ingin meluruskan berita yang beredar agar tidak menjadi informasi yang tidak akurat di masyarakat,” ujar Plt Gubri.

Baca Juga: Bangkitkan Kesadaran Warga, Mahasiswa Kukerta FK Unri Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi Tuberkulosis

Plt Gubri menerangkan, Peme­rintah Provinsi Riau pada prinsipnya sangat berterima kasih dan mendukung program MBG. Pasalnya, dengan adanya program MBG di Riau terdapat hal positif berupaya nilai efisiensi mencapai Rp45 miliar yang dapat dialihkan untuk program prioritas daerah lainnya.

“Untuk itu kita mendukung program MBG karena bersi­nergi dengan semangat efisiensi APBD. Hal itu terbukti dengan adanya program MBG, kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp45 miliar per tahun untuk sekolah biaya makan minum sekolah berasrama (boarding school),” kata Plt Gubri lagi.

Baca Juga: Buntut Aksi Pemukulan, Mahasiswa Tuntut Investigasi Menyeluruh

Begitu juga saat disinggung mengenai penurunan angka retribusi dari kantin-kantin sekolah, mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR itu menegaskan tidak berpengaruh. Sebab, angka keseluruhan retribusi jika dipresentasekan dengan PAD secara keseluruhan hanya berkisar 0,01 persen atau di bawah 1 persen saja.

“Kami akan mendukung pernyataan kepala BGN bahwa akan menghidupkan kembali kantin -kantin yang ada di sekolah. Sebaliknya, Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar. Program ini menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, jasa distribusi, hingga sektor pendukung lainnya,” paparnya lagi.

Baca Juga: Sidang Korupsi Abdul Wahid Menghadirkan Ahli Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta

Berdasarkan hasil penelusuran, permohonan maaf dari Plt Gubri ini menyusul karena sebelumnya ternyata terdapat salah input data dari Dinas Pendidikan terkait angka kontribusi retribusi dari kantin-kantin sekolah yang dilaporkan ke Badan Pendapatan Daerah. Begitu juga pihak Bapenda Riau tidak terlebih dahulu mengkroscek data yang kemudian disampaikan ke Plt Gubernur Riau.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan tidak ada pengaruh dari program MBG untuk penurunan retribusi daerah. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan tidak menjadi bola liar di publik,” imbuh SF Hariyanto.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman melalui Sekretaris Teza Darsa mengatakan, pihaknya mengakui telah keliru dalam menyampaikan laporan prognosis kepada pihak Bapenda. Hal ini berimbas pada Bapenda yang salah memberikan informasi dan penjelasan kepada Plt Gubernur Riau terkait laporan retribusi kantin sekolah.

“Dalam kesempatan ini kami tegaskan bahwa kami telah keliru dalam menyampaikan Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah. Demikian klari­fikasi ini disampaikan. Kami pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda Provinsi Riau dan masyarakat Riau atas kesalahan kami dalam menyampaikan laporan yang tidak benar yang mengakibatkan permasalahan ini terjadi,” paparnya.(sol) 

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#plt gubernur riau #Makan Bergizi Gratis #Mbg #SF Hariyanto