Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terkesan Kearifan Lokal Kuansing, Menag Doakan Riau Ukir Prestasi di MTQ Nasional

Redaksi • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:51 WIB
Ketua Dewan Pengawas MTQ Dr Hj Helmi Halimatul Udhmah MSi bersama Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM dan bupati/wali kota se-Riau, mengikuti pembukaan MTQ Ke-44 Provinsi Riau di panggung Astaka Utama MTQ Riau di kawasan Taman Jalur  Telukkuantan, Sabtu (27/6/2026) malam. (Desriandi Candra/Riau Pos)
Ketua Dewan Pengawas MTQ Dr Hj Helmi Halimatul Udhmah MSi bersama Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM dan bupati/wali kota se-Riau, mengikuti pembukaan MTQ Ke-44 Provinsi Riau di panggung Astaka Utama MTQ Riau di kawasan Taman Jalur Telukkuantan, Sabtu (27/6/2026) malam. (Desriandi Candra/Riau Pos)

 
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Puncak pembukaan MTQ ke-44 Riau, Sabtu (27/6) malam dipusatkan di Astaka Utama Riau, kawasan Taman Jalur Telukkuantan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh qori terbaik nasional dan internasional 2024, Wahyu Andika Saputra MPd, menjadi pembuka dimulainya MTQ Riau di Telukkuantan, Kabupaten Kuansing. 

Kumandangan ayat suci Alquran itu juga menjadi “pembasuh” pertama Astaka Utama yang dibangun di pusat kota Telukkuantan. Suasana terasa menjadi hening mendengar suara yang terdengar merdu. Pelaksanaan MTQ Riau ini juga ditandai penyerahan piala bergilir juara umum MTQ Riau dari Gubernur Riau SF Hariyanto kepada Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama Wabup H Muklisin, Ketua DPRD H Juprizal SE MSi dan penekanan tombol lampu MTQ Riau di Kuansing. 

Selain itu, ada penampilan defile kafilah 12 kabupaten/kota, serta suguhan tarian khas Kuansing “Merantam” dan persembahan yang menambah semarak suasana pembukaan dengan dipadati ribuan masyarakat. 

Meski Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA tidak hadir secara fisik langsung di malam pembukaan, namun dalam rekaman video yang ditayangkan pada dua videotron di sisi kanan dan kiri Astaka, Menag menyampaikan selamat berlomba pada seluruh kafilah MTQ Riau. MTQ adalah ajang syiar Islam yang harus digaungkan. Sehingga nantinya akan lahir qori dan qoriah terbaik yang akan terus mengumandangkan syiar Islam, seni bacaan Alquran di Riau. 

Selain itu, Menag mendoakan Provinsi Riau mampu mengukir prestasi terbaik dalam ajang lomba MTQ nasional yang akan dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah pada September 2026 mendatang. “Sekali lagi, selamat berlomba pada seluruh kafilah, semoga berjalan lancar dan mohon maaf atas ketidakhadiran saya di pembukaan MTQ Riau di Kabupaten Kuansing,” ujarnya. 

Baca Juga: Semangat Berprestasi pada Pawai Taaruf MTQ Riau di Kuansing, Kafilah Kabupaten Meranti Kompak Berbusana Warna Pink

Menag sudah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan dari siang hingga petang jelang malam pembukaan MTQ. Bahkan, dia sempat sangat terkesan dengan kearifan lokal dan keagamaan masyarakat Kuantan Singingi dan Riau pada umumnya. Menag sempat mengikuti parade dan defile peserta MTQ yang berlangsung di Sungai Kuantan, lengkap dengan tradisi lokal. Bahkan kegiatan pacu jalur untuk menyemarakkan MTQ ini juga membuat Menag terkesan.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menilai pelaksanaan pembukaan MTQ Riau di Kabupaten Kuansing berlangsung sukses dan meriah. MTQ Riau di Kabupaten Kuansing bukan hanya sekadar melaksanakan syiar Islam saja tetapi juga melestarikan budaya. Makanya di helat MTQ Riau kali ini, juga dilangsungkan pacu jalur. Sebuah tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan Kuansing khususnya. Sehingga MTQ Riau di Kabupaten Kuansing ini juga bisa melestarikan budaya yang ada, menumbuhkan ekonomi dan UMKM. 

MTQ Riau ini diharapkan akan lahir qari/qariah, hafiz/hafizah yang akan memperkuat Riau dalam MTQ nasional di Jawa Tengah mendatang. SF Hariyanto selalu berkomitmen memberikan penghargaan pada duta Al-Qur’an terbaik Provinsi Riau. Penghargaan itu harus setara dengan penghargaan yang diberikan pada atlet yang sudah mengharumkan nama Riau.

“Ini sebagai bentuk penghargaan pada qari/qariah Riau. Dan Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen dengan itu,” ujar SF Hariyanto. 

Sementara Bupati Kuansing H Suhardiman Amby menyebutkan, momen MTQ Riau di Kuansing akan menjadi momentum membawa masyarakat Kuansing kembali kepada Al-Qur’an, meramaikan masjid, kembali pada majelis ilmu, memperbaiki akhlak, menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak akan pernah terlahir hanya karena kecerdasan, tetapi lahir dari pertemuan antara ilmu, iman, dan budaya. MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur’an. Tetapi MTQ adalah gerakan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. 

Semarak MTQ
Pelaksanaan MTQ Riau di Kabupaten Kuansing berlangsung semarak. Diawali dengan pelaksanaan pawai taaruf berjalan kaki dan perahu hias di Sungai Kuantan Tepian Narosa Telukkuantan, Sabtu (27/6). Pawai taaruf 12 kabupaten/kota yang di pusatkan di simpang tugu pelajar simpang tiga Teluk Kuantan-Jalan Ahmad Yani, berlangsung semarak. 

Iring-iringan pawai taaruf berjalan kaki itu dimulai pukul 09.00 WIB. Masing-masing peserta pawai 12 kabupaten/kota menampilkan identitas daerah masing-masing. Ada yang membawa iringan lukah gilo, aksi kompang, tulisan juz amma, tradisi khatam mengaji, Asmaul Husna, aksi imbauan menjaga lingkungan dari kerusakan, aksi mancing band yang rata-rata mengiringi barisan pawai taaruf berjalan kaki kabupaten/kota. 

Kabupaten/kota rata-rata membawa peserta mulai forkompinda, pejabat eselon II, III, IV, kecamatan, kepala desa, TPKK, kepala sekolah dan kelompok peserta pawai lainnya yang jumlahnya dari ratusan hingga ribuan. 

Kuansing yang menjadi tuan rumah mengerahkan peserta pawai taaruf berjalan kaki paling banyak. Yakni 8.500 orang. Terdiri dari dinas dan badan, 15 kecamatan, 229 desa/kelurahan, sekolah dan kelompok lainnya. 

Iring-iringan peserta pawai taaruf tuan rumah mendapatkan sambutan hangat masyarakat Kuansing. Ada penampilan tradisi mengantar limau dari Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, mengantar anak lancar dari Sentajo Raya, sunatan rasul Kecamatan Kuantan Tengah, serta berbagai tradisi yang tersebar di semua kecamatan di Kuansing. 

Pawai taaruf ini dimulai dengan iringan kafilah dari Kabupaten Rohul, Dumai, Bengkalis, Inhu, Inhil, Kampar, Kota Pekanbaru, Siak Sri Indrapura, Rohil, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kuansing.

Pawai taaruf berjalan kaki ini disambut hangat Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA bersama istri, Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM serta bupati dan walikota se-Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta undangan lainnya yang memberikan lambaian tangan pada iring-iringan pawai taaruf yang melintas. Aksi pawai taaruf berjalan kaki ini pun, mengundang perhatian seluruh masyarakat Kuansing, terutama yang ada di Telukkuantan. Ruas jalan utama Telukkuantan yang menjadi rute pawai taaruf berjalan kaki itu macet total.  Masyarakat dan peserta yang mencapai 17 ribu orang itu, tumpah ruah mewarnai ruas jalan kota Telukkuantan di tengah cuaca yang panas terik. 

Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM menyebutkan, dengan MTQ Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuansing bisa memperkuat silaturrahim. MTQ Riau bukan hanya melahirkan siapa yang menjadi terbaik. Tetapi ikut membangun karakter masyarakat qurani yang jujur, disiplin, amanah serta mencintai ilmu pengetahuan dan syara’ bersendi kitabullah. Artinya adab Melayu tidak pernah dipisahkan dengan ajaran Islam. 

Di MTQ Riau di Kuansing, juga dipadukan dengan tradisi pacu jalur Rayon II. Pacu jalur memiliki makna bersatu padu yang peradabannya dibingkai dengan gotong royong, persahabatan, persaudaraan. Dalam MTQ Riau, juga akan dilangsungkan pawai taaruf perahu hias di Sungai Kuantan. Di mana tamu-tamu undangan akan ikut menghilir Sungai Kuantan dengan menggunakan mahakarya budaya Kuansing yang disebut dengan Perahu Baganduang. Perahu Baganduang adalah perahu adat kebesaran. 

“Dan kita akan menaikinya bersama sambil menyaksikan berlangsungnya pawai perahu hias dan pacu jalur Rayon II,” kata Suhardiman Amby.

Perahu Baganduang bukan saja alat transportasi air, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan kemuliaan adat. Perahu ini menggambarkan semangat masyarakat Kuansing yang hidup bergotong-royong sehingga sekata, sehati, sejalan dalam filosofi melayu satu perahu hanya akan sampai ke tujuan apabila seluruh pendayung, pergerak seirama dan berakhir bersama-sama demikian pengembangan daerah dan bangsa. Hanya akan berhasil apabila pemerintah, ulama, umarah, tokoh adat, seluruh masyarakat berjalan seiring sejalan.

Setelah menyaksikan beberapa kafilah pawai taaruf, Menag Nasaruddin Umar dan Bupati Kuansing H Suhardiman Amby serta tamu lainnya, melepas pacu jalur rayon II Kecamatan Kuantan Tengah dan perahu hias kabupaten/kota. Pawai taaruf perahu hias kabupaten/kota dilepas satu per satu. Dengan menggunakan dua sampai tiga buah jalur yang didekor sesuai ikonik kabupaten masing-masing. 

Pawai perahu hias kabupaten/kota yang baru pertama kali dilaksanakan saat MTQ Riau itu, mengundang antusiasme masyarakat Kuansing maupun tamu yang tiba. Ribuan pasang mata pengunjung ikut menyaksikan keunikan itu. Bahkan Menag Nasaruddin Umar bersama Bupati H Suhardiman Amby dan rombongan, ikut menghilir Sungai Kuantan dengan menggunakan perahu Baganduang. 

Menag Nasaruddin Umar, menyampaikan kesan mendalam terhadap kearifan budaya dan kuatnya nuansa keagamaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Menag mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat serta harmonisasi antara tradisi budaya dan kehidupan religius yang masih sangat kuat di daerah tersebut.

“Saya sangat terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Kuansing yang begitu antusias,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag juga menilai, kekentalan nilai budaya dan agama di Kuantan Singingi semakin terasa dengan kepemimpinan daerah di bawah Bupati Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati Muklisin. Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan slogan daerah “Siang Bapacu, Malam Mengaji” yang dinilainya sangat tepat menggambarkan kehidupan sosial masyarakat setempat.(muh)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

Editor : Arif Oktafian
#mtq #2026 #kuansing #riau #menang