Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kolaborasi TSA Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau Hadirkan Pembelajaran Numerasi Berbasis Permainan di Sekolah Dasar

M Ali Nurman • Senin, 29 Juni 2026 | 21:43 WIB
Kolaborasi TSA Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis Permainan di sekolah dasar. (Istimewa)
Kolaborasi TSA Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis Permainan di sekolah dasar. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar tidak selalu membutuhkan teknologi canggih atau metode yang rumit. Melalui kolaborasi antara Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau, pembelajaran numerasi justru dihadirkan dalam suasana yang menyenangkan melalui pendekatan bermain (play-based learning).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Signature Project TSA Universitas Riau yang mengusung semangat pay it forward, yaitu mendorong para penerima manfaat Program Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation untuk berbagi pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Berkolaborasi dengan Tanoto Fellow Riau, Ghefira Anedin dan Eka Hermansyah, program ini menyasar peserta didik dan guru di SDN 57 Pekanbaru.

Kolaborasi tersebut berangkat dari masih adanya tantangan dalam capaian numerasi peserta didik di Provinsi Riau. Berbagai indikator pada Rapor Pendidikan menunjukkan bahwa penguatan kompetensi numerasi masih menjadi salah satu prioritas peningkatan mutu pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui pendekatan play-based learning.

 Baca Juga: Kendati Kondisi Terpantau Aman, BPBD Kampar: Waspadai Hujan Lebat di Empat Kecamatan

Salah satu kegiatan utama adalah permainan numerasi menggunakan Face Changing Cube (FCC), yaitu media berbentuk kubus yang dapat disusun menjadi berbagai pola sesuai tantangan yang diberikan. Permainan ini memadukan kemampuan berhitung, penalaran logis, strategi, serta pemecahan masalah dalam suasana belajar yang kolaboratif.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil berdasarkan hasil pre-test. Setiap kelompok menjawab soal-soal numerasi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka. Jawaban yang benar memberikan kesempatan memperoleh satu kubus FCC yang digunakan untuk menyusun pola tertentu. Kelompok yang paling cepat dan tepat menyelesaikan tantangan berhak menekan bel sebagai penanda kemenangan.

Melalui mekanisme tersebut, siswa tidak hanya berlatih kemampuan numerasi, tetapi juga mengembangkan keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kritis, dan menyusun strategi bersama teman sekelompok. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup karena proses belajar berlangsung melalui permainan yang kompetitif sekaligus menyenangkan.

 Baca Juga: Ditinjau Menag Nasaruddin Umar, Stan Bazar Inhu Ramai Dikunjungi dan Produk UMKM Laris Terjual

Selain mendampingi peserta didik, kolaborasi TSA Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau juga memperkuat kapasitas guru melalui workshop bertema Play-Based Learning. Pada sesi ini, Ghefira Anedin dan Eka Hermansyah memfasilitasi diskusi mengenai strategi menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada peserta didik melalui berbagai permainan edukatif.

Workshop tidak berhenti pada penyampaian konsep. Para guru juga diajak merancang permainan pembelajaran menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah. Hasilnya, peserta berhasil mengembangkan dua prototipe permainan yang dapat langsung diterapkan di kelas.

Kelompok pertama merancang permainan teka-teki silang bertema budaya Melayu Riau sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada peserta didik. Sementara itu, kelompok kedua mengembangkan permainan matematika menggunakan dadu untuk membantu siswa memahami konsep pengumpulan dan penyajian data dalam bentuk tabel.

 Baca Juga: Kembali Menyala, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Inhu 

Kedua inovasi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang bermakna tidak selalu bergantung pada fasilitas yang mahal. Dengan kreativitas dan pemahaman yang tepat, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, interaktif, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik.

Kolaborasi antara TSA Universitas Riau dan Tanoto Fellow Riau ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara mahasiswa, alumni, dan mitra pendidikan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar numerasi yang lebih menyenangkan, sementara guru mendapatkan inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa.

Sejalan dengan semangat pay it forward yang diusung Tanoto Foundation, inisiatif ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi praktik baik yang terus berkembang melalui implementasi pembelajaran kreatif di sekolah, sehingga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Riau.(ali)

 

Editor : Edwar Yaman
#tsa universitas riau #Tanoto Fellow Riau #Pembelajaran Numerasi #kolaborasi