PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Audisi Umum PB Djarum 2026 resmi bergulir di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). Total 306 peserta dari beberapa provinsi di Sumatera dan Jawa ikut berpartisipasi pada ajang pencarian bibit atlet berbakat skala nasional ini.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 Sigit Budiarto mengatakan, proses seleksi pada audisi umum ini menggunakan format screening dengan sistem gugur pada pertandingan awal. Kemudian dilanjutkan dengan turnamen hingga ke babak final. Juara masing-masing kategori langsung mendapat tiket karantina di Kudus selama satu bulan.
“Adapun yang masuk dalam penilaian standar tim seleksi di PB Djarum 2026, di antaranya fokus ke teknik permainan, penguasaan lapangan, daya juang, hingga postur tubuh.
Baca Juga: Direktur Baru BSP Dilantik, Bupati Siak Minta Langsung Kerja Tuntaskan Tiga PR Besar Perusahaan
Setelah masuk ke tahap karantina selama satu bulan, para peserta akan dilakukan evaluasi setelah dua minggu sebelum keputusan final siapa yang berhak bergabung ke PB Djarum,” katanya.
Dilanjutkannya, tim pencari bakat juga diberi wewenang memberikan super tiket tambahan berdasarkan pengamatan bakat. Karena itu, kuota untuk karantina tidak bisa ditentukan.
“Artinya bisa lebih banyak yang terjaring. Sehingga kesempatan dan peluangnya sangat terbuka,” tegasnya.
Sigit juga menjelaskan alasan kenapa Kota Pekanbaru dipilih untuk menjadi lokasi audisi umum PB Djarum tahun ini. Di Pekanbaru, ajang pencarian bibit ini sengaja digelar untuk menangkap potensi atlet dari kawasan barat Indonesia. Ia mengatakan, regenerasi bulutangkis nasional membutuhkan talenta dari seluruh penjuru negeri. Animo yang tinggi dari daerah mendorong pergeseran lokasi pencarian bakat dari sebelumnya hanya digelar di Kudus.
Baca Juga: KONI Riau di Persimpangan Jalan: Mengembalikan Marwah, Membangun Prestasi
“Kami berusaha untuk mendekatkan diri ke daerah supaya bisa melihat potensi daerah untuk menemukan bibit yang bagus. Kalau kita lihat potensi tidak hanya di Jawa, peluang di daerah luar Jawa tentu lebih bisa berpartisipasi,” tambah Sigit.
Sigit menekankan kepada seluruh peserta untuk belajar dengan giat dan tidak patah semangat sepanjang proses seleksi. Selain itu, PB Djarum juga menekankan bahwa seluruh rangkaian audisi tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Jika ada informasi yang mencurigakan terkait pungutan, masyarakat diimbau segera menghubungi panitia. Audisi ini menjadi komitmen PB Djarum menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia secara gratis dan inklusif. Kemudian jika gagal pada audisi di Pekanbaru, masih bisa mengikuti audisi umum lagi di Makassar dan Kudus,” sebutnya.
Baca Juga: Haaland Sejajar dengan Messi dan Mbappe
Sementara itu, seorang peserta asal Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Ayunda menyebutkan semangat ingin membanggakan orang tua dan keluarga besar menjadi motivasi bagi dirinya dalam mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.
Peserta kategori K-12 Putri ini mengaku sudah mempersiapkan diri dengan maksimal. Bahkan, dirinya sudah berlatih sejak dua tahun lalu.
"Sudah gabung di klub sejak 2024, jadi latihan terus. Dan semoga usaha dalam latihannya bisa memberikan hasil terbaik," kata Ayunda.(sol)
Editor : Edwar Yaman