PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto melepas secara resmi dua Calon Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Capaska) tingkat nasional asal Riau di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/7). Dua pelajar terbaik yang terpilih tahun ini adalah Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Kabupaten Siak dan Arifa Rahma Maulydha dari SMAN 1 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam arahannya, Plt Gubri SF Hariyanto menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua capaska. Ia menyebutkan, terpilihnya Rizqy dan Arifa merupakan prestasi luar biasa yang mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional.
“Di bahu kalian ada amanah besar untuk menjaga kehormatan dan nama baik Riau. Prestasi ini sangat membanggakan, karena tak semua orang bisa mendapatkan posisi ini,” ujarnya. Plt Gubri juga berpesan agar keduanya menjaga kesehatan, kemantapan mental, serta tidak meninggalkan ibadah selama menjalankan tugas di Jakarta.
Baca Juga: Kapolri dan Jaksa Agung Tegaskan Tetap Solid
Ia menekankan pentingnya menampilkan karakter masyarakat Riau yang dikenal berintegritas, berdisiplin tinggi, serta santun berbudaya. “Saya percaya kalian dapat menjadi contoh untuk generasi muda lainnya. Tetap berlatih, siapkan fisik dan mental, serta jangan lupa menjalankan ibadah,” pesannya.
SF Hariyanto menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan terus mendukung dan mendoakan agar keduanya dapat menjalankan tugas dengan baik hingga upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara. Ia juga berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Riau untuk terus berprestasi.
Rizqy dan Arifa dijadwalkan bertolak ke Jakarta, Selasa (14/7) hari ini. Setibanya di Jakarta, keduanya akan bergabung dengan 76 capaska lainnya yang merupakan perwakilan dari 38 provinsi se-Indonesia. Selama di Jakarta, mereka akan menjalani pemusatan latihan intensif yang dipimpin oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Baca Juga: Tim Pengabdian Unri Bekali Kelompok Maju Bersama Pembenihan Ikan Baung
Mereka akan dipersiapkan secara fisik, mental, baris-berbaris, hingga tata upacara kenegaraan. Puncaknya, Rizqy dan Arifa bersama 74 capaska lainnya akan bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.
Sementara itu, bagi Rizqy Aditya Siregar, kelulusannya ini mencatatkan tinta emas tersendiri yang sangat emosional. Ia tercatat sebagai putra daerah pertama dalam sejarah Kabupaten Siak yang berhasil menembus ketatnya seleksi Paskibraka hingga ke tingkat nasional.
Remaja ini mengaku bahwa pencapaian luar biasa tersebut memicu motivasi besar di dalam dirinya untuk membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing di panggung tertinggi. “Sebagai utusan dari Kabupaten Siak dan menjadi yang pertama dalam sejarah menembus Istana Negara, saya sangat bangga sekali,’’ ujarnya.
‘’Saya bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menjadi yang terbaik. Motivasi ini sesuai amanat orang tua agar saya harus lebih baik dari mereka, dan hal itu yang saya tanamkan hingga saat ini,” tambah Rizqy dengan nada optimis.
Baca Juga: Tim PKM-Kukerta Unri Berdayakan Womenpreneur Olahan Ikan Patin di Desa Rumbio
Di balik seragam sekolah yang dikenakannya, tersimpan cerita tentang disiplin baja yang telah dilalui selama berbulan-bulan. Rizqy harus menjalani rutinitas fisik yang menguras tenaga setiap pagi hari, dilanjutkan dengan pendalaman materi wawasan kebangsaan pada malam hari.
Semua kerja keras membagi waktu antara kewajiban akademis sekolah dan porsi latihan berat itu ia lakukan demi satu tujuan, yaitu tidak mengecewakan Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Siak.
Kisah perjuangan yang tidak kalah sarat pengorbanan juga dituturkan oleh Arifa Rahma Maulydha. Bagi siswi asal Indragiri Hilir ini, setiap jengkal tahapan seleksi yang dilalui merupakan ujian kesabaran dan mental yang sesungguhnya.
Proses panjang tersebut harus ia merangkak dari bawah, dimulai dari tingkat sekolah, berlanjut ke tingkat kecamatan dan kabupaten, hingga akhirnya mampu mengeliminasi pesaing tangguh di tingkat provinsi. “Persiapan yang saya lakukan mencakup tes fisik, mental, dan wawasan kebangsaan,’’ ujarnya.
‘’Menurut saya, menjadi seorang paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris yang sempurna, namun juga harus dilengkapi dengan wawasan yang luas. Ketika nama saya diumumkan lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Riau di Senayan, saya sangat tidak menyangka, bahagia, dan bangga,” ungkap Arifa penuh syukur.
Kini, setelah gerbang menuju Istana Negara telah terbuka lebar, Arifa telah menetapkan target personal berikutnya dalam prosesi sakral pengibaran bendera nanti. Siswi SMAN 1 Keritang ini menggenggam erat satu impian tertinggi yang menjadi dambaan setiap capaska putri di Indonesia.
Dengan persiapan matang yang sudah dikantonginya, Arifa berharap dapat tampil maksimal selama masa karantina pusat agar bisa dipercaya mengisi posisi prestisius sebagai pembawa baki bendera pusaka.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian