SIAK (RIAUPOS.CO) -- Menjawab pertanyaan dan sebagai bentuk tanggung jawab, Wakil Rektor I Unri Dr Mexsasai Indra SH MH, Wakil Rektor III, Prof Dr Hermandra MA dan Dekan Fakultas Kedokteran Unri dr TB Odih Rhomdani Wahid SpBA SubSp DA K MKM FIAPS, mendatangi tempat kejadian perkara tewasnya dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau.
Dokter spesialis anastesi PPDS Unri bernama Alex Cristo Lotis (30) yang baru dua pekan magang di RSUD Tengku Rafian, sejak Kamis (2/7/2026) dan ditemukan meninggal pada pada Selasa (14/7/2026) di samping pagar Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian, Kabupaten Siak, masih terus didalami pihak kepolisian penyebabnya.
Wakil Rektor I Universitas Riau, Dr Mexsasai Indra mengatakan, pihak kampus mendatangi Polres Siak bentuk dari kepedulian Unri sekaligus untuk berkoordinasi terkait perkembangan penanganan perkara meninggalnya dokter Alex.
Baca Juga: Dua Jenis Obat Dibawa ke Labfor, Senior Dimintai Keterangan, Tewasnya Dokter PPDS di Semak
"Kami datang untuk berkoordinasi dengan pihak Polres Siak terkait sejauh mana proses penanganan perkara ini dan juga bentuk kepedulian terhadap mahasiswa kami," kata Mexsasai, Sabtu (18/7/2026) siang.
Makanya tak hanya mendatangi Polres, tapi juga turun ke TKP, sekaligus untuk menjawab pertanyaan dan melihat langsung kondisi tewasnya mahasiswa Unri ini.
Kasat Reskrim Polres Siak Dr Raja Kosmo Parmulais SH MH mengatakan, pihak Unri datang untuk mengetahui lebih detail penangan perkara kasus mahasiswa mereka. "Intinya kami di sini bentuk kepedulian dari Unri, sehingga mereka ingin tahu lebih detail terkait penangan perkara ini," terang Kasat Kosmos.
Baca Juga: Gratis, Upika Ujung Batu Gelar Nobar Final Piala Dunia, Ada Snack hingga Doorprize Menarik
Kasat Kosmos juga menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan sampel dari jenazah dan obat-obatan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami menunggu hasil laboratorium. Kami juga sudah memeriksa lima saksi," terang Kasat Kosmo.
Menanggapi informasi yang telah beredar adanya luka lebam di bagian kepala, tangan, dan dada korban, Raja Kosmos meminta menunggu hasil resmi dari ahli Bidang Kedokteran dan Kesehatan ( Biddokkes) Polda Riau.
"Nanti akan kami jelaskan, karena hasil otopsi belum keluar secara utuh. Nanti juga akan dijelaskan oleh ahlinya dari Biddokkes," ujarnya. Terpantau, Tim Wakil Rektor dan dekan, serta Kasat mendatangi TKP, dan memeriksa sejumlah titik, bagaimana sang dokter bisa berada di semak itu.
Editor : Rinaldi