Alumni SMAN 8 Pekanbaru Angkatan 2001 Gandeng Kotak Baca, Dialog Inspiratif dari Ingatan untuk Masa Depan 

Herianto Baserah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:34 WIB
Pendiri Kotak Baca bersama alumni SMUN 8 Pekanbaru Angkatan 2001 dalam acara Teman Sebangku di Hotel Prime Park Pekanbaru, Ahad (19/7/2026). (Kotak Baca untuk Riau Pos)
Pendiri Kotak Baca bersama alumni SMUN 8 Pekanbaru Angkatan 2001 dalam acara Teman Sebangku di Hotel Prime Park Pekanbaru, Ahad (19/7/2026). (Kotak Baca untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Yayasan Kotak Baca Indonesia, pegiat literasi di bidang sosial dan pendidikan, kembali menggelar acara Teman Sebangku: Dialog dari Ingatan untuk Masa Depan. Kali ini menghadirkan pembicara dari Alumni SMUN 8 Pekanbaru Angkatan 2001. Kegiatan ini menjadi titik temu lintas generasi untuk bertukar gagasan, menghidupkan kembali cita-cita, dan merefleksikan bagaimana pengalaman masa lalu dapat membentuk masa depan.

Acara berlangsung di Hotel Prime Park Pekanbaru, Ahad (19/7/2026), pukul 13.00–16.00 WIB. Lima alumni sukses angkatan 2001 hadir sebagai pembicara, yaitu Lia Valentina (Dokter Spesialis Jantung Heart Failure Clinic Initiator), Moh Shadiq Helmy (Business Transformation Oil and Gas Company, Sekjen BKTI-PII), Adi Fatkhturrohman (General Manager Mining & Power Plant PT Semen Tonasa), Sri Darma Krida (Finance and HR Officer DUS Inc Maryland USA, Ketua KIPMI), dan Donny Wahyudi (Head of Communications & Corporate Affairs The Magnum Ice Cream Company).

Dalam sesi berbagi, Sri Darma Krida menuturkan bahwa dirinya bukan siswa berprestasi akademik, namun organisasi yang membentuk karakternya. Donny Wahyudi mengajak generasi muda berani mengikuti minat sejak dini. Sementara Adi Fatkhturrohman mengenang masa sekolah penuh tekanan, di mana jika tidak naik kelas ia terancam dikeluarkan. Moh Shadiq Helmy berbagi pengalamannya yang terbiasa membantu teman sehingga sering dipercaya menjadi pemimpin. Adapun Lia Valentina menyoroti perbedaan generasi. “Kami dulu mendapatkan informasi harus membaca dan bertanya. Sekarang serba mudah sehingga daya juang anak muda justru menurun,” jelasnya.

 Baca Juga: Pengisian Jabatan Sekwan Masih Berproses, DPRD Kampar Belum Ambil Keputusan

Pegiat Kotak Baca, Dea Gita, mengatakan teman sebangku bukan sekadar ajang reuni. 

“Ini adalah wadah berbagi pengalaman bagi generasi muda Pekanbaru yang tengah menghadapi tantangan zaman digital. Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga belajar dari pengalaman orang lain,” ujarnya.

Melalui dialog ini, Yayasan Kotak Baca Indonesia berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, memahami perubahan zaman, dan mendorong generasi muda berani menatap masa depan dengan optimis serta daya juang yang kuat.(nto)

Baca Juga: Wujudkan Inhu Terang, Pemkab Paparkan Skema KPBU kepada Konsorsium Fokus Indo Lighting dan Duta Hita Jaya

Editor : Edwar Yaman
Alumni SMAN 8 Pekanbaru Dialog Inspiratif Kotak baca