Tiket Masuknya Sampah, Pulangnya Membawa Kesadaran: EMP Energi Gandewa Ajak Pelajar Rantau Bais Peduli Lingkungan

Yose Rizal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:10 WIB
PT EMP Energi Gandewa menggelar program EMP Mengajar di SMPN 2 Tanah Putih, Rokan Hilir (21/7/2026) tentang pemilahan dan daur ulang sampah anorganik menjadi ecobrick.
PT EMP Energi Gandewa menggelar program EMP Mengajar di SMPN 2 Tanah Putih, Rokan Hilir (21/7/2026) tentang pemilahan dan daur ulang sampah anorganik menjadi ecobrick.

 

RIAUPOS.CO - Tidak ada tiket berupa kertas atau kartu dalam kegiatan EMP Mengajar 2026 di SMPN 2 Tanah Putih, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai gantinya, setiap siswa diwajibkan membawa satu kantong sampah organik dan satu kantong sampah anorganik dari rumah.

Sampah itulah yang menjadi "tiket masuk" untuk mengikuti pembelajaran tentang pemilahan sampah, pembuatan ecobrick, dan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Mengusung tema "Sampahku, Tanggung Jawabku: Edukasi Pemilahan dan Daur Ulang Sampah Anorganik Menjadi Ecobrick", PT EMP Energi Gandewa bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, SMPN 2 Tanah Putih, dan Karang Taruna Kepenghuluan Rantau Bais mengajak 40 siswa mengikuti pembelajaran interaktif tentang pengelolaan sampah.

Kegiatan yang digelar Selasa, 21 Juli 2026, ini turut dihadiri Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Tanah Putih dan Pemerintah Kepenghuluan Rantau Bais sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Sampah yang dibawa peserta dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk mengenali jenis sampah dan mempraktikkan pemilahan yang benar. Melalui berbagai aktivitas, siswa diajak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang akan dimanfaatkan sebagai rak hasil karya siswa di sekolah.

Seluruh konsumsi juga disajikan tanpa kemasan plastik sekali pakai menggunakan nampan dan mug isi ulang, sedangkan medali penghargaan dibuat dari kardus bekas dan tali goni.

Selain praktik tersebut, peserta memperoleh edukasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengenalan Bank Sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Peserta juga mengikuti cerdas cermat lingkungan, membuat papan nama kelompok dari bahan alami dan barang bekas, menandatangani Pohon Komitmen, serta menanam 20 bibit tanaman buah berupa durian, kelengkeng, matoa, dan mangga di lingkungan sekolah. Tanaman tersebut diharapkan menjadi peneduh sekaligus tanaman produktif yang dapat dimanfaatkan warga sekolah pada masa mendatang.

Salah satu peserta, Suci Aufa, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.

"Kegiatannya seru. Kami baru tahu kalau sampah plastik bisa dijadikan rak buku. Nanti kami ingin mencoba membuatnya lagi di sekolah, bahkan di rumah bersama adik," ujar Suci.

Area Manager PT EMP Energi Gandewa, Haryo S. Nugroho, mengatakan program EMP Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3LL) yang tidak hanya diterapkan di lingkungan operasional perusahaan, tetapi juga ditanamkan kepada masyarakat sejak usia sekolah.

"Bagi EMP Energi Gandewa, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya K3LL perusahaan. Melalui EMP Mengajar, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan kecil, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menanam pohon, akan memberi manfaat bagi masa depan. Kami berharap para siswa menjadi pelopor perubahan di sekolah, keluarga, dan masyarakat," ujar Haryo.

Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, H. Khoirul Amri, ST, M.Si, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran terhadap pengelolaan sampah.

"Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengapresiasi inisiatif PT EMP Energi Gandewa yang menghadirkan edukasi secara kreatif dan aplikatif kepada para pelajar. Kami berharap kebiasaan baik yang dibangun hari ini terus diterapkan di rumah maupun di sekolah sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat," ungkap Khoirul Amri.

Kepala SMPN 2 Tanah Putih, Memet Wibowo, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT EMP Energi Gandewa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, serta seluruh pihak yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik kami. Program ini memperkuat karakter siswa agar tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari," tutur Memet.

Program EMP Mengajar 2026 tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Selain memperoleh pemahaman tentang pengelolaan sampah, para siswa meninggalkan hasil nyata berupa ecobrick dan 20 bibit tanaman buah yang diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.(ose)

Editor : Rindra Yasin
EMP Energi Gandewa Sampah ecobrick rantau bais emp bentu limited