Melukis di Tengah Hutan Mangrove, Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Yose Rizal • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:21 WIB
Camat Sei Apit T Mukhtasar disamping Act CSR Coordinator EMP, Arip Hidayatulloh, bersama peserta lomba melukis dalam rangka Hari Mangrove Sedunia, Kamis (23/7/2026) di Kawasan Konservasi Mangrove Sei Bersejarah, Sungai Apit, Kabupaten Siak
Camat Sei Apit T Mukhtasar disamping Act CSR Coordinator EMP, Arip Hidayatulloh, bersama peserta lomba melukis dalam rangka Hari Mangrove Sedunia, Kamis (23/7/2026) di Kawasan Konservasi Mangrove Sei Bersejarah, Sungai Apit, Kabupaten Siak

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Deretan meja belajar memenuhi jalur tracking kayu selebar sekitar 1,5 meter yang membelah kawasan Mangrove Sungai Bersejarah di Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Kamis (23/7). Di bawah rindangnya tegakan mangrove, sebanyak 107 pelajar sekolah dasar tampak serius menggoreskan kuas di atas kertas gambar. 

Di ujung jalur tracking, hamparan Selat Lalang yang memisahkan Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi latar alami yang menghidupkan suasana pembukaan Hari Mangrove Sedunia 2026 tingkat Provinsi Riau.

Berbeda dari perlombaan pada umumnya yang digelar di dalam ruangan, para peserta mengikuti lomba melukis dan mewarnai di tengah ekosistem mangrove. Dari atas jalur kayu, mereka dapat melihat langsung akar-akar mangrove, vegetasi pesisir, hingga aktivitas alam yang selama ini hanya dikenal melalui buku pelajaran.

Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi mereka dalam menuangkan gagasan tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Lomba melukis dan mewarnai menjadi pembuka rangkaian Hari Mangrove Sedunia 2026 yang berlangsung pada 23–26 Juli dengan tema "Kolaborasi Generasi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan". Sebanyak 334 peserta mengikuti tujuh cabang lomba, yakni melukis dan mewarnai, menabung lumpur, mengenal mangrove, mencari lokan, kreasi memasak lokan pesisir, lomba foto, dan lomba video. 

Rangkaian kegiatan juga diisi workshop, diskusi bersama pegiat lingkungan, serta akan ditutup dengan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Selat Lalang.

Ketua Panitia Hari Mangrove Sedunia Provinsi Riau, Jumadi Afrizan, mengatakan pelibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, memperkenalkan mangrove secara langsung di habitatnya akan meninggalkan kesan yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.

"Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir dan menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, peringatan Hari Mangrove Sedunia kami jadikan momentum untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mengajak masyarakat melakukan aksi nyata bagi pelestarian mangrove," ujar Jumadi.

Bagi sebagian peserta, mengikuti lomba di tengah hutan mangrove menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Alif Akbar, siswa SD Negeri 06 Sei Apit, memilih melukis pohon mangrove dengan judul "Mengapa Kita Penting Menjaga Mangrove". Menurutnya, mangrove melindungi pantai dari abrasi sekaligus menjadi rumah bagi berbagai satwa.

"Saya membuat gambar ini karena ingin orang tahu kalau mangrove banyak manfaatnya. Saya ingin nanti mangrove di Sei Apit tetap terjaga," kata Alif.

Pengalaman serupa dirasakan Jois dari SD Negeri 10 Sei Apit. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti lomba bertema mangrove sehingga memperoleh pengetahuan baru mengenai fungsi hutan pesisir tersebut.

"Saya sering ikut lomba melukis, tapi baru kali ini melukis tentang mangrove. Senang sekali bisa ikut lomba di sini. Sekarang saya jadi lebih tahu kenapa mangrove harus dijaga," ujarnya.

Sementara itu, Delis dari Kelompok Lukis Al Fatih Sei Apit memanfaatkan kesempatan pertamanya mengikuti perlombaan dengan menggambarkan hutan mangrove sebagai habitat monyet, burung, dan kepiting.

"Baru beberapa bulan saya belajar melukis dan ini pertama kali ikut lomba. Saya berharap hutan mangrove tetap terjaga supaya hewan-hewan yang hidup di sana juga tetap memiliki tempat tinggal," kata Delis.

EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Menurutnya, sebagai perusahaan hulu minyak dan gas bumi, penyediaan energi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

"Kebutuhan energi nasional terus meningkat dan industri hulu migas memiliki peran penting untuk memenuhinya. Namun, penyediaan energi harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasi." 

"Karena itu, kami terus berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam berbagai upaya pelestarian mangrove sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan operasi dan pembangunan daerah," ujar Iman.

Penghulu Kampung Kayu Ara Permai, Abdul Razak, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membuat Hari Mangrove Sedunia tahun ini tetap dapat terselenggara di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

"Awalnya saya sempat khawatir karena kondisi anggaran daerah sedang terbatas. Alhamdulillah, berkat kerja keras panitia dan dukungan banyak pihak, Hari Mangrove Sedunia akhirnya dapat terlaksana dengan baik," katanya.

Camat Sei Apit, T. Mukhtasar, S.Sos., M.Si., berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan mangrove yang menjadi salah satu kekayaan pesisir Kabupaten Siak. Menurutnya, Kecamatan Sei Apit yang memiliki luas sekitar 1.346 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 33.862 jiwa memiliki potensi mangrove yang harus dijaga sebagai benteng alami pesisir sekaligus penopang kehidupan masyarakat.(ose)

"Kita harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mangrove yang kita miliki harus dijaga. Saya mengapresiasi para pegiat mangrove yang terus berupaya melestarikannya agar dapat diwariskan kepada anak cucu," ujarnya.

Rangkaian Hari Mangrove Sedunia 2026 akan ditutup pada 26 Juli melalui penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Selat Lalang yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, pegiat lingkungan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat upaya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang.*

Editor : Rindra Yasin
Hari Mangrove Sedunia 2026 EMP CSR mangrove emp bentu limited