DAS 4 Sungai Besar di Riau Dalam Kondisi Kritis 

Soleh Saputra • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:18 WIB
Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Daniel ST MT. (Dok Riaupos.co)
Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Daniel ST MT. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III mencatat bahwa kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Riau saat ini dalam kondisi kritis. Empat sungai besar yang DAS-nya masuk kategori krisis tersebut yakni Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Sungai Rokan dan Sungai Siak.

Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Daniel ST MT mengatakan, kondisi kerusakan DAS empat sungai besar di Riau tersebut saat ini mencapai 71-80 persen. "Kalau ditanya kondisi DAS empat sungai besar itu, bisa dibilang sudah dalam kondisi kritis 71-80 persen," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika DAS-nya dalam kondisi rusak, juga akan mempengaruhi kondisi sungainya. Karena tidak ada lagi hutan dan akar-akar kayu yang menahan apabila terjadi bencana. Karena banyak DAS yang sudah dijadikan area perkebunan.

Baca Juga: Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wako Agung Ancam Putus Kontrak Pengelola

"Terkait kerusakan DAS yang sudah banyak beralih menjadi area perkebunan ini, kami tidak menyalahkan salah satu pihak, tapi regulasi yang harus dibenahi," ujarnya.

Menurut Daniel, saat pemberian izin, seharusnya jika di wilayah tersebut terdapat sungai, maka di dalam izin tersebut harus dijelaskan bahwa di area sungai atau DAS tidak diperbolehkan ada aktivitas penanaman agar DAS masih tetap terjaga.

"Jadi saat penerbitan izin itu dikeluarkan secara gelondongan, padahal didalamnya ada sungai yang ada DAS-nya dan tidak boleh ada aktivitas perkebunan. Dan untuk di Riau rata-rata itu perkebunan kelapa sawit," sebutnya.

Baca Juga: Mantan Kepala Dinas PUPR Riau Arief Setiawan Dihukum 2 Tahun Penjara

Selain kerusakan DAS, kondisi sungai besar di Riau saat ini juga banyak mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Karena dibagian hulu sungai saat ini banyak aktivitas penambangan pasir dan juga emas. 

"Total panjang empat sungai besar yang ada di Riau yakni sekitar 2.300 Km, dan kondisinya juga sudah banyak pendangkalan akibat aktivitas tambang. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, tidak bisa hanya BWS saja tapi juga harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah," ujarnya.

Akibat dari kerusakan DAS dan pendangkalan tersebut, beberapa permasalahan akan muncul. Seperti banjir yang tidak dapat dikendalikan, dan di saat musim kemarau akan mudah terjadi kekeringan. 

Baca Juga: Mobil Keluarga Gak Ngebosenin, Cek Spesifikasi dan Fitur Suzuki XL7

"Idealnya jika lebar sungai 100-200 meter, sempadannya yang harus terjaga 200 meter. Tapi faktanya di lapangan saat ini dari hulu ke hilirnya sudah tidak ada lagi," katanya. 

Editor : Rinaldi
das empat sungai kondisi kritis sungai besar di riau