Mitigasi Pencegahan Karhutla, Arara Abadi Bangun 34 Pos Akses Pengawasan

Soleh Saputra • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:48 WIB
Tim Pencegahan Karhutla foto bersama di Kota Dumai. (Istimewa)
Tim Pencegahan Karhutla foto bersama di Kota Dumai. (Istimewa)

PERAWANG (RIAUPOS.CO) -- PT Arara Abadi terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mengamankan kawasan konsesi perusahan. Ini dilakukan melalui pembangunan 34 unit Pos Akses Kontrol atau pengawasan dan Pos Mitigasi yang tersebar di seluruh distrik operasional perusahaan dan wilayah kerja mitra unit usaha APP Group di Provinsi Riau.

Pembangunan pos-pos tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan sistem perlindungan kawasan konsesi melalui peningkatan pengawasan akses keluar-masuk kawasan, deteksi dini terhadap potensi kebakaran, mitigasi risiko Karhutla, pencegahan berbagai aktivitas ilegal yang dapat mengancam keberlanjutan kawasan milik perusahaan, dan juga memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino ekstrem.

Keberadaan Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengantisipasi berbagai potensi kebakaran. Seluruh pos dibangun pada lokasi-lokasi strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi kebakaran maupun gangguan keamanan kawasan. 

Baca Juga: Dua Gedung Penunjang Layanan RSUD Rohul Mulai Dibangun

Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pengawasan lapangan, pengendalian akses, koordinasi patroli, respons cepat terhadap titik api dan sarana koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya perlindungan kawasan hutan secara terpadu.

Fire Operational Management (FOM) Head Richard Sudinardo menyampaikan, pembangunan Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi merupakan investasi strategis perusahaan dalam memperkuat sistem perlindungan kawasan hutan. Sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Perlindungan kawasan konsesi merupakan tanggung jawab yang kami jalankan secara konsisten. Pembangunan 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi ini menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, meningkatkan pengawasan terhadap akses keluar masuk kawasan, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan aparat dalam menjaga kelestarian hutan," paparnya. 

Baca Juga: Harga Pertamax di Sumbagut Turun 

Dalam operasionalnya, setiap Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi dijaga oleh personel gabungan yang terdiri atas karyawan perusahaan, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi mapun mitra, Masyarakat Peduli Api (MPA), unsur masyarakat sekitar dan tokoh masyarakat. Selain itu juga mendapatkan dukungan dan sinergisitas bersama aparat TNI dan Polri, Manggala Agni, BPBD. Seluruh kebutuhan operasional pos difasilitasi oleh perusahaan untuk memastikan kesiapsiagaan personel selama menjalankan tugas.

Ia menambahkan, seluruh aktivitas di pos-pos tersebut terhubung secara terintegrasi dengan pusat pengendalian (Control Center) di masing-masing distrik operasional serta tersambung dengan Situation Room Fire Operational Management (FOM) PT Arara Abadi di Perawang. 

"Integrasi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lapangan secara real time, percepatan penyampaian informasi, koordinasi lintas wilayah, hingga pengambilan keputusan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat," katanya.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Bengkalis Bagikan Ribuan Bendera 

Richard menambahkan, pihaknya terus mengembangkan sistem pengelolaan kebakaran berbasis teknologi, penguatan sumber daya manusia. Juga melakukan peningakatan peralatan termasuk menyediakan 3 unit helicopter yaitu 2 unit helicopter waterbombing dengan kapasitas bambi bucket 5000 Liter serta 1 unit helicopter untuk logistik dan personel, Jenis Bell 412 yang juga bisa digunakan untuk water bombing dengan kapasitas bambi bucket 2000 liter. Dalam waktu dekat perusahaan akan menambah 2 unit Jenis Bell yang akan ditempatkan di Bagian utara, tengah dan selatan. 

Editor : Rinaldi
pos akses pengawasan pt arara abadi pencegahan karhutla