PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan penyebaran penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.
Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta ke Provinsi Riau yang dipusatkan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program prioritas nasional pemberantasan TB.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik kunjungan pemerintah pusat yang dinilai menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pengendalian tuberkulosis di daerah.
Menurutnya, kehadiran Wamendagri dan Wamenkes RI secara bersamaan menjadi bukti bahwa penanganan TB memerlukan dukungan lintas sektor, tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan semata.
Dijelaskannya, keberhasilan pengendalian TB membutuhkan keterlibatan seluruh sektor. Mulai dari unsur pemerintahan pusat hingga tingkat paling bawah agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta, menerangkan bahwa kunjungannya bersama Wakil Menteri Dalam Negeri merupakan bagian dari sosialisasi program prioritas pemerintah dalam percepatan pemberantasan tuberkulosis di berbagai daerah.
"Kami datang ke Provinsi Riau bersama Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, untuk mensosialisasikan program prioritas pemerintah, khususnya dalam penanggulangan dan pemberantasan Tuberkulosis (TB),” sebutnya.
Wamenkes RI Benjamin mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan selama ini telah menunjukkan kinerja yang baik dalam memberikan pengobatan kepada pasien. Namun, menurutnya, keberhasilan eliminasi TB juga sangat bergantung pada kemampuan menemukan secara aktif orang-orang yang telah terpapar agar rantai penularan dapat diputus.
"Selama ini, kinerja tenaga kesehatan kita sudah sangat baik dalam mengobati pasien yang sakit. Namun perlu kita ingat, TB adalah penyakit menular seperti COVID-19. Jika orang yang tertular tidak kita kejar dan tidak dilakukan pemeriksaan ketat, penyebarannya tidak akan berhenti," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg Yusi Prastiningsih, MM, memastikan seluruh obat TB dalam program pemerintah diberikan secara gratis melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah. Karena itu masyarakat yang mengalami gejala TB atau mengetahui ada anggota keluarga yang diduga terinfeksi cukup mendatangi puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
“Obat TB itu program pemerintah, jadi gratis. Masyarakat yang mau berobat, silakan datang ke puskesmas karena layanan TB memang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan," ujar Yusi.(sol)
Editor : Edwar Yaman