PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mengajarkan kisah sejarah dan pengorbanan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau mengajak para muda-mudinya dan masyarakat umum untuk nonton bareng (nobar) Film Dear You (juga dikenal dengan judul "Surat Cinta untuk Nenek" atau A Love Letter to Grandma) mulai tayang di bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2026.
Dalam kegiatan Nobar di Cinepolis Mal Pekanbaru ini, PSMTI Riau di Cinepolis Mal Pekanbaru melaksanakannya dalam tiga sesi, pertama pukul 13.00 WIB, sesi kedua pukul 15.30 WIB dan sesi tiga pukul 18.00 WIB.
Kegiatan nobar ini dihadiri langsung Ketua PSMTI Riau, Lindawati, Sekjen PSMTI Riau, Romo Toni, Ketua Harian, Jailani Tan serta pengurus PSMTI Riau lainnya, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: 7 Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Kesehatan Otak, Tingkatkan Daya Ingat, dan Dukung Fung
Menurut Ketua PSMTI Riau, Lindawati ini menjadi tahun kedua dirinya bersama seluruh anggota PSMTI Riau melaksanakan nonton bareng setelah tahun lalu nobar film inspiratif berjudul "Believe - Takdir, Mimpi, Keberanian.
Kali ini, PSMTI Riau bersama seluruh anggota sengaja memilih untuk menonton film Dear You karena film tersebut mengangkat kisah emosional dan sejarah perjuangan kaum perantau Tionghoa (diaspora) masa lalu serta ikatan kekeluargaan yang erat.
Film ini juga menceritakan perjuangan hidup migran Tiongkok zaman dulu dan hubungan mereka dengan kampung halaman.
Baca Juga: Perbaikan Tuntas, Ruas Jalan Sontang-Duri Sudah Fungsional
Dipilihnya film ini, lanjutnya, karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari film drama keluarga Tiongkok tersebut. "Bagaimana orang-orang tua kita yang pergi merantau ke Asia Tenggara harus berjuang dan bekerja keras untuk menghidupi keluarga," ujarnya.
Dalam kegiatan ini PSMTI menyediakan sekitar 200 tiket Nobar untuk pengurus PSMTI Riau, PSMTI Pekanbaru, PSMTI Kampar, Persatuan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) PSMTI Riau, koko Cici, Didi Meimei dan lainnya.
"Dengan kita semua keturunan Tionghoa di Riau menonton ini kita bisa memetik hikmah yang terkandung didalamnya. Dimana banyak kesulitan yang dirasakan generasi sebelumnya dalam memperjuangkan kehidupannya. Saya berharap generasi muda memahami dan mengambil pelajaran dari film surat cinta untuk nenek, dan lebih mengenal silsilah keluarga agar bisa terus melestarikan budaya Tionghoa yang ada didalam keluarga,"ucapnya.
Baca Juga: RI Jadikan BRICS Pintu Kembangkan Manufaktur dan Ekspor
Sementara itu, Sekjen PSMTI Riau, Romo Toni menambahkan banyak hikmah yang diambil dari film yang lagi populer di Asia Tenggara tersebut. Di antaranya pergi merantau ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi.
Film drama emosional berdialek Teochew ini disutradarai oleh Lan Hongchun dan mengangkat kisah nyata tentang penantian panjang seorang nenek bernama Ye Shurou.
Sinopsis dan makna film ini berpusat pada Ye Shurou yang menunggu suaminya merantau ke Asia Tenggara selama puluhan tahun.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Tembus Level 6.500 Pekan Ini
Sang cucu, Xiaowei, pergi ke Thailand untuk melacak keberadaan kakeknya berbekal tumpukan surat qiaopi (surat dan wesel kiriman perantau).
Pencarian tersebut mengungkap fakta mengejutkan bahwa sang kakek telah lama wafat, dan surat-surat cinta yang diterima nenek selama ini dikirimkan oleh orang lain demi menjaga perasaan sang nenek.
Film ini menyampaikan pesan bahwa tidak semua cinta harus diucapkan, dan ada bentuk penjagaan serta ketulusan yang tersembunyi.
Baca Juga: 69 Tahun Provinsi Riau: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pembangunan Digesa
"Film ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak pantang menyerah di balik cobaan yang dihadapi. Karena generasi sebelumnya mampu bertahan melawan kerasnya dunia, seharusnya generasi saat ini juga lebih kuat dan lebih sukses ke depannya," ungkapnya.
Editor : M. Erizal