Pekanbaru Mulai Diselimuti Kabut Tipis, Hotspot Riau Menurun

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:32 WIB
Kendaraan melintas di jalan Kaharuddin Nasution ketika kabut tipis tampak menyelimuti Kota Pekanbaru, Rabu (12/8/2026) pagi. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
Kendaraan melintas di jalan Kaharuddin Nasution ketika kabut tipis tampak menyelimuti Kota Pekanbaru, Rabu (12/8/2026) pagi. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pagi ini, Rabu (12/8/2026) masyarakat Kota Pekanbaru mulai mengeluh aroma asap bekas kebakaran yang  menyelimuti Kota Pekanbaru.

Pantauan Riaupos.co, terlihat sejumlah gedung pencakar langit mulai diselimuti kabut tipis yang membuat jarak pandang terhadap gedung-gedung diruas jalan protokol berkurang.

Masyarakat yang beraktivitas diluar ruangan juga sudah mulai menggunakan masker karena bau asap yang mulai menganggu saluran pernapasan.

 Baca Juga: 225 Ketua RT/RW Se-Payung Sekaki Dikukuhkan

Menurut salah seorang warga, Kharen mengaku sejak pukul 07.00 WIB, dirinya sudah mengeluhkan bau asap yang membuat saluran pernapasan terganggu.

"Sudah bau asap Pekanbaru. Sakit tenggorokan pas pagi tadi mau sekolah," ucapnya.

Sementara itu, menurut Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Putri Santy S,  kondisi saat ini masih haze (udara kabur) yang merupakan fenomena atmosfer saat jarak pandang berkurang akibat partikel mikroskopis kering, debu, atau uap air yang melayang di udara.

Berbeda dari kabut asap pekat akibat kebakaran lahan, haze sering kali bersifat alami karena kelembapan atau kondisi cuaca lokal yang stabil.

Baca Juga: Mitsubishi Xforce HEV Taklukkan Persaingan SUV Compact

"Dari observasi di stamet, terpantau kondisi visibility berkurang karena faktor haze, kekaburan udara akibat parikel kering yang mengambang dipermukaan," katanya.

Sedangkan untuk total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera berkisar 501 titik yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 168,   Bangka Belitung 112, Lampung 78, Jambi  64, Aceh 23,  Riau 23, Kepulauan Riau 14, Sumatera Barat 9, Bengkulu 6, dan Sumatera Utara 4. Untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan.

Siang hingga sore hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kondisi serupa berlanjut pada malam hari. Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau.

Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 98 persen. Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.

Baca Juga: Bersempena HUT Ke-81 RI, Bulog Rengat Gelar Gerakan Pangan Murah

"Untuk titik panas di Provinsi Riau terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu  12, Indragiri Hilir 6, Siak 2, Pelalawan 1, Kampar 1, dan Kota Pekanbaru  1. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan," tegasnya.(ayi)

Editor : Edwar Yaman
kabut tipis karhutla hotspot pekanbaru