PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Warga Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, sempat dihebohkan dengan informasi kemuncukan harimau di sekirar lungkungan mereka. Info yang beredar, berupa foto, menyebar di sejumlah grup WhatsApp warga.
Harimau, dalam share foto yang beredar, dinarasikan muncul di wilayah perkebunan atau kawasan milik Torganda. Yang bikin heboh jarak lokasi kawasan Torganda ke perbatasan Kota Pekanbaru kurang dari 10 Km. Informasi ini diperkirakan beredar 11 Agustus 2026.
Menindaklanjuti informasi yang beredar, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat setempat, turun ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan penelusuran.
Baca Juga: Pacu Jalur 2026 Dikawal 1.035 Personel, Kapolres Kuansing Pastikan Pengamanan Tak Boleh Kendor
Hasil penelusuran di Desa Baru itu, yang kerap diasosiasikan dengan kawasan Pasir Putih (nama Jalan Lintas Pekanbaru - Pangkalan Baru), BBKSDA Riau memastikan bahwa informasi kemunculan harimau itu hoaks.
"Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau," sebut Ujang Holisidin, Kepala Bidang Teknis KSDA BBKSDA Riau, Kamis (13/8/2028).
Ujang menyebutkan, informasi mengenai foto tersebut diketahui berasal dari pesan yang kemudian diteruskan ke grup WhatsApp warga hingga menjadi viral. Ia memastikan itu merupakan informasi yang salah atau keliru.
Baca Juga: Defizon: Presiden Minta Biaya Haji Turun, Kesehatan Jemaah Tetap Jadi Prioritas
"Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, koordinasi dengan unsur terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, informasi mengenai kemunculan Harimau Sumatera sebagaimana foto yang beredar tersebut dinyatakan sebagai hoaks," sambung Ujang.
Maka Ujang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada saat beraktivitas. Apabila menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar, ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri.
Bila menemukan tanda-tanda hewan buas, Ujang meminta masyarakat mengutaman keselamatan. Segera dokumentasikan temuan dengan jelas, lakukan pengukuran jejak sebagai pembanding ukuran apabila memungkinkan dan aman dilakukan, sertakan titik koordinat atau lokasi. Yang terpenting, segera laporkan ke BBKSDA Riau.
Baca Juga: Tim Gabungan Masih Berjibaku, Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Rengat Belum Padam
"Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar," tutup Ujang.
Editor : Rinaldi