PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI), Assoc. Prof Dr Junadhi MKom memperkenalkan EduStoryGen. Ini adalah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan cerita anak beserta ilustrasi visual secara otomatis dalam satu platform terintegrasi.
Inovasi ini merupakan luaran penelitian disertasi doktor di Program Doktor Ilmu Komputer UPI YPTK Padang. Penelitian tersebut dipertahankan dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Komputer UPI YPTK Padang pada Kamis (13/8/2026).
Sidang menghadirkan tim penguji dan promotor: Prof Dr Yuhandri SKom MKom, Assoc Prof Dr Larissa Navia Rani SKom MKom, Assoc Prof Dr Rini Sovia SKom MKom, Prof Dr Sarjon Defit SKom MSc selaku Promotor, Prof Dr Hj Okfalisa ST MSc selaku Ko-Promotor, serta penguji luar dari Universitas Jember Prof Dr Saiful Bukhori ST MKom.
Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Hotspot di Riau Sisa 46
Penyelesaian studi doktoral ini didukung Kemdiktisaintek melalui Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) 2026 dan Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi Dalam Negeri 2025. Sebagai luaran wajib, riset menghasilkan 2 publikasi internasional: artikel konferensi “Grouped Query Attention for Dual-Output Generative Modeling” dan artikel jurnal Q2 “GQAST: A GPT-based Grouped Query Attention Framework for Multimodal Visual Story Generation”. Selain itu, EduStoryGen telah didaftarkan paten sederhana dengan Nomor Permohonan S00202600731.
EduStoryGen dikembangkan untuk mendukung pembelajaran anak usia dini melalui media cerita yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Dengan AI, sistem ini mampu menghasilkan cerita dan ilustrasi visual yang saling mendukung sekaligus.
Teknologi ini diharapkan menjadi media pembelajaran, penguatan budaya literasi, serta pendukung pengembangan konten edukasi kreatif yang sesuai karakteristik anak usia dini. Dalam pengembangannya, penelitian ini bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Riau.
Baca Juga: 435 Koperasi Merah Putih di Riau Telah Selesai 100 Persen
Balai Bahasa melakukan validasi terhadap kualitas narasi, penggunaan bahasa Indonesia, nilai edukatif, dan kesesuaian ilustrasi dengan isi cerita. Kolaborasi ini memastikan luaran tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga layak secara kebahasaan untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
Menurut Assoc Prof Dr Junadhi MKom, EduStoryGen diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan luas di dunia pendidikan.
“Inovasi ini diharapkan mendukung transformasi digital di sektor pendidikan serta mendorong lahirnya solusi pembelajaran berbasis AI yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Capaian ini juga mencerminkan komitmen USTI dan kontribusi Program Doktor Ilmu Komputer UPI YPTK Padang dalam menghasilkan riset inovatif yang berdampak.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman