PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Perjalanan akademik Assoc Prof Dr Yuda Irawan MTI MTA mencapai tonggak penting setelah resmi menyandang gelar Doktor Teknologi Informasi. Ia lulus Ujian Terbuka Program Doktor Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang dengan prediket cumlaude, Kamis (13/8/2026).
Dalam ujian tersebut, Yuda berhasil mempertahankan disertasi berjudul ‘’Model Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) Terintegrasi Internet of Things untuk Optimasi Deteksi Tingkat Risiko Kebakaran Secara Real-Time’’ di hadapan enam penguji. Sebelumnya, Yuda telah menyelesaikan Sidang Tertutup pada 18 Juni 2026.
Penyelesaian studi doktor ini mendapat dukungan Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dalam penelitiannya, Yuda mengembangkan HSEL sebagai model Artificial Intelligence yang dipadukan dengan IoT untuk mendeteksi risiko kebakaran secara real time. Model ini diuji pada dataset utama dan dataset meteorologi NASA serta ERA5 dengan jumlah lebih dari 950 ribu data.
Baca Juga: Meranti Belum Mampu Raih Apresiasi Pemda Berprestasi, Ini Respon Bupati Asmar
Untuk memperkuat implementasi, penelitian ini melibatkan BMKG Provinsi Riau dalam validasi data meteorologi dan BPBD Kota Pekanbaru dalam pengujian perangkat IoT. Hasil riset juga dipaparkan di International Conference di Jakarta dan dimuat dalam Prosiding IEEE terindeks Scopus. Publikasi lainnya terbit di International Journal of Robotics and Control Systems Q2 Scopus, EASR Q3 Scopus, dan ECTI-CIT Q3 Scopus.
Assoc Prof Dr Yuda Irawan MTI MTA menyampaikan bahwa gelar doktor bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab menghasilkan penelitian yang berdampak.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pendidikan doktor telah selesai. Ke depan, saya ingin memastikan penelitian tidak berhenti pada disertasi dan publikasi, tetapi diarahkan menuju hilirisasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: 435 Koperasi Merah Putih di Riau Telah Selesai 100 Persen
Saat ini Yuda menjabat Lektor Kepala dengan KUM 700. Ia telah menghasilkan 51 artikel ilmiah terindeks Scopus dengan H-Index Scopus 18 dan H-Index Google Scholar 33. Ia juga dipercaya sebagai Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen LLDIKTI Wilayah XVII dan Asesor Beban Kerja Dosen (BKD) Nasional. Modal ini akan digunakan untuk melanjutkan karier akademik menuju Guru Besar.
Setelah meraih gelar doktor, Yuda berkomitmen mengembangkan HSEL dan teknologi IoT pada berbagai bidang kebencanaan. Riset selanjutnya akan diarahkan pada sistem Hybrid Multimodal Artificial Intelligence yang mengintegrasikan model HSEL, Industrial IoT, dan deteksi citra api berbasis computer vision. Sistem ini ditargetkan mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan bencana hidrometeorologi lainnya secara lebih komprehensif.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman