PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Api yang membakar puluhan hektare lahan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil) belum juga padam, Jumat (14/8). Tim gabungan Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus berupaya melakukan pemadaman.
Operasi penanganan menghadapi tantangan. Yakni kencangnya tiupan angin yang berubah arah dan belum terkendalinya sebaran titik api. Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai Alfarizi menjelaskan, di Bengkalis, total area yang terbakar di Desa Buluh Apo telah mencapai 12 hektare (ha).
“Petugas terus menyisir area terdampak untuk menahan laju penjalaran api di atas lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut. Pada hari keempat pemadaman, Tim Manggala Agni berupaya melakukan penyisiran di area yang masih terlihat asap tebal mengarah ke tengah lokasi kebakaran,” jelasnya.
Dari total 12 hektare lahan gambut bervegetasi kelapa sawit dan semak belukar yang terbakar di Bengkalis ini, tim pemadam darat baru berhasil memadamkan sekitar 4 ha. Guna mempercepat penanganan darat, tim Manggala Agni membagi personel menjadi enam kelompok dengan dukungan alat mini striker dan max 3.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Dua Orang Meninggal Dunia, Satu Orang Luka-Luka
Dijelaskan dia, penanganan di Bengkalis juga mendapatkan bantuan operasi pemadaman dari udara untuk menjangkau area yang sulit diakses jalur darat. Untuk mempercepat pemadaman, tim darat dibantu oleh water bombing sebanyak dua unit.
“Namun, faktor cuaca ekstrem di lokasi kejadian menjadi kendala utama yang menghambat pergerakan personel pemadam di lapangan. Di lokasi saat ini masih ditemukan titik asap maupun titik api. Angin sangat kencang dan berubah-ubah arah sehingga menghambat proses pemadaman,” tutur Alfarizi.
Baca Juga: Spesial Semarak HUT Ke-81 RI, Belanja Pakai Danamon Banyak Promonya
Sementara itu, di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, karhutla hari kelima telah meluas hingga mencapai kisaran 50 ha. Dari total luas kebakaran lahan gambut tersebut, area yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan baru mencakup sekitar 4 ha.
“Sebelum menurunkan regu pemadam ke sektor terdampak di Rokan Hilir, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan udara untuk memetakan arah penjalaran api. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan size up menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan sebaran titik kebakaran,” jelas Alfarizi.
Berdasarkan hasil pemantauan visual udara tersebut, strategi pemadaman langsung disusun dengan membagi personel ke dalam beberapa area kerja. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pemadaman pada masing-masing sektor guna menekan penjalaran api agar tidak semakin meluas.
Operasi pemadaman darat di Rokan Hilir mengandalkan pasokan air dari dua jalur parit berukuran lebar dua meter dengan kedalaman 150 sentimeter (cm). Sebanyak tiga unit mesin mini striker, 25 rol selang penyalur, serta tandon air dikerahkan untuk membasahi area gambut yang membara di bawah permukaan.
Hingga kegiatan pemadaman dihentikan pada pukul 17.00 WIB, kondisi kebakaran di wilayah Rokan Hilir dilaporkan masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Petugas mencatat titik api dan kepulan asap tebal masih berpotensi memicu perluasan area kebakaran pada hari berikutnya.
“Seluruh personel gabungan akan melanjutkan operasi pemadaman secara intensif hingga seluruh titik api benar-benar padam. “Kondisi saat ini, kebakaran di lokasi masih belum dapat dikendalikan dan kegiatan pemadaman masih terus dilaksanakan,” ujar Alfarizi.
Di Inhu. tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat, Jumat (14/8). Bahkan hingga kemarin, tim gabungan baru berhasil memadamkan karhutla seluas 20,9 ha. Namun, meningkat dari sebelumnya yang hanya 16,9 ha.
Lahan gambut dan semak belukar yang sasaran pemadaman yang dilakukan tim gabungan. “Sumber air masih dari parit, embung dan kanal yang mulai menipis akibat tidak ada hujan,” ujar Kepala Daerah Operasional (KDOPS) Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Jumat (13/6.
Pemadaman yang dilakukan tim gabungan sejak pagi hingga petang, belum berhasil dan masih akan dilanjutkan hari ini. Dimana, penjalaran api utama masih ke arah Utara dan Timur. Sementara pada sisi Barat sudah tersekat tanggul.
Tim gabungan juga sudah berhasil melakukan sekat bakar sepanjang 1,4 km. “Akses kepala api belum terbuka sepenuhnya. Hal itu dipengaruhi oleh ketersediaan sumber air terbatas, angin kencang. Walupun tim sudah membuat embung 12 titik dan baru berhasil menyekat kepala api sepanjang 900 meter,” terangnya.
Di Inhil, memasuki hari ketiga sejak kebakaran mulai terjadi, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di dua lokasi dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 15 ha. Dua lokasi tersebut berada di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, dan Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka.
Di Desa Sanglar, luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 5 ha, sedangkan di Desa Kuala Sebatu mencapai sekitar 10 ha. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah mengatakan, personel gabungan masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di kedua lokasi.
Personel juga dibagi ke dua titik untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas. “Untuk saat ini tim masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di dua lokasi. Personel kita bagi agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal dan api tidak meluas,” ujar R Arliansyah, Jumat (14/8).
Di Desa Kuala Sebatu, proses pemadaman turut diperkuat dengan dukungan helikopter BNPB melalui operasi water bombing. Dukungan dari udara tersebut dikerahkan untuk membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani langsung dari darat.
“Untuk di Kuala Sebatu, kita juga mendapat dukungan water bombing dari BNPB. Ini untuk membantu pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau dari darat,” katanya. Sementara di Desa Sanglar, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di area yang terbakar. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.
R Arliansyah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang rawan terjadi Karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepatnya. “Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Kalau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya sebelum api meluas,” ujarnya.(sol/fad/ksm/kas)
Editor : Bayu Saputra