PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam beberapa hari terakhir terutama pagi hari, kondisi kualitas udara di Pekanbaru yang terdeteksi dari indeks PM 2,5 berkisar di atas angka 150 (warna kewaspadaan merah). Kondisi ini menandakan kualitas udara pada level “ tidak sehat”.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan, dengan kondisi tersebut aktivitas di luar rumah masih diperbolehkan, namun dengan memakai masker bedah biasa.
“Hal ini perlu dilakukan sebagai proteksi saluran napas dari paparan kabut asap yang bisa menimbulkan keluhan sesak napas, batuk dan nyeri tenggorokan,” katanya.
Baca Juga: Bankeu Pilkades 54 Desa di Rohul Belum Cair
Lebih lanjut dikatakannya, dengan kondisi seperti sekarang ini, masyarakat juga dihimbau untuk minum air putih yang cukup. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menghindari dehidrasi dan tenggorokan kering.
“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” imbaunya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kelompok rentan terutama lansia dan orang-orang yang punya masalah atau penyakit paru dan saluran napas sebaiknya menghindari aktifitas diluar rumah.
Baca Juga: Bendera 1.081 Meter Membentang di Jembatan Rumbai
“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya.(sol)
Editor : Edwar Yaman