PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Istanbul menjadi saksi. Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung dunia. Alhamdulillah, kabar membanggakan datang dari Rafif Adinata Ramadhan, alumni MAN 1 Pekanbaru, yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada International Geography Olympiad (iGeo) 2026 di Istanbul, Turki.
Prestasi ini bukan sekadar tentang sebuah medali. Di balik emas yang dibawa pulang, ada proses panjang: belajar, berlatih, jatuh-bangun menghadapi soal, mengasah kemampuan, serta doa yang tak pernah putus. Bagi keluarga besar MAN 1 Pekanbaru, keberhasilan Rafif menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu berbicara dan bersaing di panggung dunia.
Kepala MAN 1 Pekanbaru Hj Norerlinda menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Rafif. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari ketekunan sekaligus hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Hari Pengayoman, Kemenkum Riau Teguhkan Transformasi Digital dan Sinergi
‘’Alhamdulillah, prestasi Rafif adalah kebanggaan bagi MAN 1 Pekanbaru dan Indonesia. Kami berharap capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah medali, tetapi menjadi inspirasi bagi murid-murid MAN 1 Pekanbaru,’’ ujarnya.
Sementara itu, Rafif Adinata Ramadhan mengaku bersyukur sekaligus bahagia bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Baginya, perjalanan menuju iGeo bukanlah perjalanan yang singkat.
‘’Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan medali emas dan membawa nama Indonesia di iGeo 2026. Perjalanan menuju kompetisi ini membutuhkan banyak persiapan, latihan dan tentunya dukungan dari banyak pihak. Saya berterima kasih kepada keluarga, guru, pembina, dan MAN 1 Pekanbaru yang sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan saya. Semoga prestasi ini bisa memotivasi adik-adik di MAN 1 Pekanbaru untuk terus mengejar mimpi dan jangan takut punya target sampai tingkat dunia,’’ tuturnya.
Baca Juga: Participating Interest 10 Persen Sesuai Aturan, Perkuat PAD dari Sektor Migas
Di balik perjalanan prestasi Rafif, ada sosok pembina yang turut mengawal proses panjang tersebut. Koordinator Olimpiade MAN 1 Pekanbaru, Afriana Yori, menyebut keberhasilan Rafif sebagai hasil dari konsistensi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
‘’Rafif adalah anak yang punya kemauan belajar yang kuat. Dalam proses pembinaan, kami tidak hanya menyiapkan kemampuan akademiknya, tetapi juga mental bertanding dan keberanian untuk menghadapi kompetisi internasional. Gold medal ini adalah hasil dari proses yang panjang. Semoga prestasi Rafif menjadi pemantik bagi siswa lainnya bahwa dari MAN 1 Pekanbaru pun kita bisa menembus panggung dunia,’’ paparnya.
Prestasi Rafif sekaligus menambah panjang jejak MAN 1 Pekanbaru dalam melahirkan siswa berprestasi di berbagai bidang. Medali emas ini menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari tradisi belajar, pembinaan, perjuangan, dan keberanian untuk bermimpi. Selamat, Rafif. Teruslah melangkah, karena satu medali emas hari ini bisa menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih besar esok hari. Jadikan prestasi sebagai tradisi.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman