Catat Sejarah Keinsyuran Indonesia, SF Hariyanto Jadi Plt Gubernur Pertama Raih IPU 

Soleh Saputra • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:02 WIB
Lembaran Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional. (Istimewa)
Lembaran Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT resmi memperoleh predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). 

Capaian ini sekaligus menempatkan SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur pertama yang meraih jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) di Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam penguatan profesionalisme keinsinyuran di lingkungan pemerintahan daerah.

Berdasarkan Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional yang diterbitkan PII, SF Hariyanto ditetapkan sebagai Insinyur Profesional Utama (Executive Professional Engineer) dengan Nomor Sertifikasi 3-15-00-000772-00. Sertifikat ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026 dan berlaku selama 5 (lima) tahun.

Baca Juga: Apresiasi Peralihan Status PPPK dari Daerah ke Pusat, Sewitri Harap Tak Ada Lagi Keterlambatan Gaji

Pencapaian tersebut diperoleh setelah SF Hariyanto mengikuti wawancara calon Insinyur Profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada, Jumat (14/8/2026) lalu secara daring melalui video conference. Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan BKS PII Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam asesmen tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono ST MT IPU ASEAN Eng, Wakil Ketua Umum PII Ir Habibie Razak MM IPU FIEAust ASEAN Eng, Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat Dr Ir Aksan Kawanda ST MT IPU ACPE ASEAN Eng.

Pada asesmen tersebut, SF Hariyanto mempresentasikan pengalaman pembangunan Flyover Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru. 

Baca Juga: Pengamanan Event Pacu Jalur 2026 Hari Pertama Berlangsung Aman dan Lancar

Salah satu tantangan penting yang dipaparkan adalah ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan saat progres pekerjaan baru sekitar 63 persen, sehingga masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang PON XVIII Tahun 2012. 

Pengalaman tersebut memperlihatkan kemampuan dalam penyelesaian persoalan teknis, manajemen krisis proyek, koordinasi lintas pihak, pengendalian mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan strategis.

Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi terhadap pengalaman profesional yang dipaparkan SF Hariyanto. Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata. 

Baca Juga: Konsumsi BBM Riau Meningkat, Pertamina Optimalkan Penyaluran Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau

Apresiasi juga disampaikan Ir Habibie Razak, yang menilai perjalanan panjang SF Hariyanto menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan lapangan sekaligus kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

Sementara itu, H Aswandi SE mengapresiasi capaian tersebut dan berharap keberhasilan SF Hariyanto menjadi motivasi bagi pelaku jasa konstruksi dan generasi insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat profesionalisme.

Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau Ir Ulul Azmi ST MSi CST IPM ASEAN Eng, pada Kamis (20/8/2026) menyampaikan, benar Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Gubernur sudah keluar dan disampaikan oleh Pengurus Pusat kepadanya di PII wilayah. PII Riau tentu sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut.

Baca Juga: Kepala BNN Riau Kunjungan Kerja ke Kuansing, Jajaki Pendiri Pusat Rehabilitasi Narkoba

"PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak SF Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt Gubernur pertama di Indonesia yang meraih jenjang IPU. Ini merupakan pengakuan profesional atas kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, dan perjalanan panjang beliau dalam bidang keinsinyuran, khususnya pembangunan infrastruktur," katanya. 

Menurut Ulul Azmi, capaian IPU tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para insinyur, khususnya ASN dan praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta melaksanakan praktik keinsinyuran sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Dari Energi hingga Pertambangan, IEE Series 2026 Dorong Industri Lebih Adaptif dan Berkelanjutan

PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto sebagai Insinyur Profesional Utama dapat menjadi contoh bagi kepala daerah di seluruh Indonesia, ASN berlatar belakang ilmu Rumpun Keinsinyuran, dan para praktisi untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran. 

Kehadiran seorang pimpinan daerah dengan jenjang IPU juga diharapkan semakin memperkuat penerapan standar, etika, keselamatan, dan profesionalisme keinsinyuran dalam pembangunan Provinsi Riau. 

Editor : Rinaldi
raih IPU Catat Sejarah Plt gubernur riau sf hariyanto