UIR Gandeng BKSPPI Riau Hidupkan Lingkungan Bahasa Arab di Tiga Pesantren 

Herianto Baserah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Tim PKM UIR foto bersama setelah melakukan pelatihan strategi penerapan lingkungan bahasa Arab di Ponpes Baetul Quran 2 Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). (UIR Untuk Riau Pos)
Tim PKM UIR foto bersama setelah melakukan pelatihan strategi penerapan lingkungan bahasa Arab di Ponpes Baetul Quran 2 Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). (UIR Untuk Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Riau (UIR) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat–Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PBM–PMP) tengah memperkuat kebiasaan berbahasa Arab santri di tiga pondok pesantren Riau.

Program “Pemberdayaan Lingkungan Bahasa Arab Terintegrasi untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Santri” ini bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Wilayah Riau. PKM dipimpin Assoc Prof Dr Saproni B Ed MEd, anggota Dr Rojja Pebrian Lc MA, Dr Andri Eko Prabowo SPd MPd, serta mahasiswa pendamping.

Tiga pesantren percontohan adalah Pondok Pesantren Durrotul Ilmi Al Islami Pekanbaru, Aufia Boarding School Siak, dan Pondok Pesantren Baetul Quran. Setiap lokasi menargetkan minimal 10 santri dan 5 ustadz/ustadzah, sehingga total minimal 30 santri dan 15 pendidik terlibat. Hingga pertengahan Agustus 2026, tim telah menyelesaikan pemetaan kebutuhan, pelatihan gelombang pertama, dan serah terima media pembelajaran berupa poster, banner, signage Arabic Zone, modul, buku, serta instrumen monitoring.

 Baca Juga: Puskesmas Kuntu Segera Kantongi Izin Operasional, Verifikasi Dinkes Provinsi Riau Rampung

Saproni, Ketua Pelaksana Program PKM UIR Saproni, Kamis (20/8)  menyebutkan, pendekatan program tidak hanya pelatihan satu kali, tetapi juga menyiapkan kebijakan, media, dan pendampingan berkelanjutan. Pesantren mulai menyusun kebijakan Arabic Day dan Arabic Zone, membentuk tim koordinator, serta melakukan pengukuran awal melalui pretest dan angket frekuensi penggunaan bahasa Arab. Pimpinan BKsPPI Riau, Misran Agusmar, M.A. menilai kerja sama ini membantu pesantren “menata kebijakan, zona, dan kebiasaan santri secara terukur.

Program menargetkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek manajemen dari 55 persen ke 80 persen dan aspek sosial kemasyarakatan dari 35 persen ke 65 persen. Indikatornya meliputi tersusunnya kebijakan, sistem monitoring, peningkatan frekuensi penggunaan bahasa Arab, partisipasi santri, serta skor kompetensi komunikasi.

’’Kami ingin bahasa Arab tidak hanya dipelajari, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari santri,” ujar Saproni,

 Baca Juga: Bus Pinem Nyaris Terbalik, Baru 2 Pekan Ditimbun Jalan Sontang-Duri Kembali Hancur

Kegiatan ini didanai hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek TA 2026 dan berlangsung hingga Februari 2027. Ke depan tim akan melanjutkan pendampingan implementasi Arabic Day dan Arabic Zone, monitoring berkala, serta evaluasi dan posttest di masing-masing pesantren. Saproni berterimakasih dukungan DPPM Kemdiktisaintek dan berharap model ini dapat diperluas ke pesantren lain di Riau.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
BKSPPI Riau Lingkungan Bahasa Arab pesantren uir