PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Provinsi Riau kembali menegaskan ambisinya untuk memperkuat posisi di peta pariwisata nasional dan internasional melalui Riau International Travel Exchange (RITEX) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 21 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Connecting Riau to Global Tourism With Culture, Nature, and Partnership.”
RITEX 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri pariwisata, mulai dari biro perjalanan wisata, hotel, pengelola destinasi, hingga buyer dari berbagai daerah dan negara.
Baca Juga: Seru! 144 Jalur Berebut Tiket Putaran Kedua Hari Ketiga Pacu Jalur Tradisional Kuansing
Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau, Dede Firmansyah, mengatakan RITEX 2026 dirancang bukan sekadar sebagai ajang promosi destinasi, tetapi sebagai ruang membangun jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Di sini telah berkumpul para pebisnis, khususnya di bidang pariwisata, untuk saling membicarakan kemajuan bisnis ke depan. Yakni 38 seller atau penjual yang berasal dari berbagai segmen industri pariwisata,” ujar Dede.
Menurutnya, para seller berasal dari berbagai daerah dan segmen industri, termasuk Malaysia, Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, serta pengelola hotel dari berbagai provinsi.
Baca Juga: Puluhan Anak Diduga Keracunan MBG, Wabup Kampar Minta Pengawasan SPPG Diperketat
Sementara dari sisi buyer, RITEX 2026 juga melibatkan pelaku industri pariwisata dalam skala lokal, nasional hingga internasional. Tercatat 50 buyer lokal dari Riau, 80 buyer nasional, serta 10 buyer internasional asal Malaysia ikut ambil bagian dalam forum tersebut.
Dede menilai komposisi seller dan buyer tersebut menunjukkan bahwa Riau memiliki peluang besar untuk memperluas jaringan pemasaran pariwisatanya.
“Tidak sekadar menjadi ajang promosi, RITEX 2026 diharapkan mampu melahirkan kerja sama konkret antara pelaku usaha perjalanan, hotel, pengelola destinasi, hingga mitra wisata dari berbagai daerah dan negara,” katanya.
Baca Juga: UIR Gandeng BKSPPI Riau Hidupkan Lingkungan Bahasa Arab di Tiga Pesantren
Menurut Dede, Riau memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata bernilai jual tinggi untuk pasar domestik maupun mancanegara.
Kota Pekanbaru, misalnya, dapat semakin diperkuat sebagai destinasi kuliner sekaligus pintu masuk wisata perkotaan. Kota Dumai memiliki potensi kuliner dan posisi strategis yang dapat dikembangkan dalam paket perjalanan wisata, sementara Kabupaten Kampar memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata yang potensial untuk dikemas menjadi produk wisata unggulan.
Potensi tersebut, kata Dede, membutuhkan konektivitas, promosi, pengemasan produk dan jaringan pemasaran yang kuat agar semakin dikenal wisatawan.
Baca Juga: Tiga Kemenangan Beruntun Dalam Laga Uji Coba, PSPS Makin Mantap Hadapi Liga 2 Musim 2026-2027
Karena itu, forum business-to-business (B2B) seperti RITEX menjadi penting untuk mempertemukan pemilik produk wisata dengan pasar yang lebih luas.
Dede menegaskan bahwa salah satu tujuan utama RITEX 2026 adalah mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dari luar Riau, termasuk wisatawan mancanegara.
“Pada kegiatan RITEX 2026 ini kami akan membahas upaya meningkatkan wisatawan luar yang datang mengunjungi Provinsi Riau, sehingga tentu bisa menaikkan perekonomian daerah akibat kunjungan wisata,” tuturnya.
Baca Juga: Puskesmas Kuntu Segera Kantongi Izin Operasional, Verifikasi Dinkes Provinsi Riau Rampung
Peningkatan arus wisatawan diyakini akan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, perhotelan, restoran, UMKM, ekonomi kreatif hingga jasa perjalanan wisata.
Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
RITEX 2026 menjadi momentum bagi Riau untuk memperkenalkan kekuatan pariwisatanya melalui tiga modal utama, yakni budaya, alam dan kemitraan.
Baca Juga: 761 Usulan Masuk, Program Rp100 Juta per RW Pekanbaru Mulai Direalisasikan
Melalui pertemuan seller dan buyer, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi paket-paket wisata yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Bagi Provinsi Riau, RITEX 2026 pada akhirnya bukan sekadar pertemuan antara penjual dan pembeli produk wisata. Lebih jauh, forum ini menjadi bagian dari strategi membangun konektivitas pariwisata, membuka pasar baru, memperkuat jejaring industri, serta membawa wajah Riau semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Riau tidak hanya ingin menjadi daerah yang memiliki destinasi wisata, tetapi juga ingin menjadi daerah yang mampu menjual dan menghubungkan destinasi tersebut dengan pasar global.(azr)
Editor : M. Erizal