PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jumlah titik api di Sumatera hari ini didominasi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi. Titik api di provinsi Riau masih berkisar puluhan titik yang terkonsentrasi di daerah Pelalawan dan Indragiri Hilir, tetapi arah angin yang bertiup mengarah dari selatan ke utara yang mengakibatkan wilayah Riau mendapatkan juga asap kebakaran hutan yang berasal dari Sumsel dan Jambi.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan, indeks pencemaran udara atau ISPU di Pelalawan dan Pekanbaru berada di zona merah atau kategori tidak sehat.
“Kondisi ini sudah mulai terasa terutama pagi hari dimana jarak pandang mulai terbatas. Bau asap mulai terasa serta bermunculannya kasus ISPA yang telah terasa peningkatannya,” ujarnya.
Baca Juga: Tanpa Pengawalan, Muklisin Blusukan ke Tengah Warga dan Pedagang. Ada yang Tak Menyangka Itu Bupati
Dengan kondisi tersebut, menurutnya Provinsi Riau masih punya kesempatan untuk mempersiapkan diri agar kejadian terburuk seperti tahun 2015 dan 2019 tidak terulang lagi.
“Negara harus mempersiapkan kehadirannya pada kondisi sekarang, jangan sampai begitu ISPU sudah menunjukkan warna coklat dan hitam (kondisi berbahaya utk kesehatan) baru ketar ketir memulai persiapan utk mencegah dampak asap kebakaran hutan ini terhadap kesehatan,” ujarnya.
Pemprov, Pemko dan Pemkab beserta TNI dan Polri harus saling bersinergi mempersiapkan rumah oksigen/tenda oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan, obat-obatan dan layanan kesehatan yang langsung jemput bola ke masyarakat terdampak.
Baca Juga: Andoni Iraola Tegaskan Liverpool Pasti Akan Datangkan Beberapa Pemain di Bursa Transfer
“Kondisi el nino yang luar biasa ini akan sulit dikendalikan, kita memahami pemerintah sudah bekerjakeras mencegahnya tetapi kita harus menyampaikan ke pemprov Riau terutama, agar cepat tanggap mempersiapkan hal terburuk yang bisa terjadi seperti di Kalimantan sekarang.
Imbauan dan hal-hal yang berguna untuk memberikan informasi pencegahan dampak kesehatan, proteksi masker perlu segera dikuatkan. Pemerintah harus memastikan ketersediaan masker untuk masyarakat terdampak,” pintanya. (sol)
Editor : Edwar Yaman