PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Usai sempat menurun beberapa hari terakhir. Akhir pekan ini, Ahad (23/8/2026) kabut asap yang mulai pekat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru.
Kondisi ini membuat jarak pandang di Kota Pekanbaru mulai berkurang, dan membuat banyak pengendara motor yang melintas di sejumlah ruas Jalan Pekanbaru mulai menggunakan masker.
Bahkan seluruh gedung pencakar langit di Pekanbaru juga mulai samar-samar terlihat karena ditutupi kabut putih tersebut.
Menurut Forecaster on duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Elisa JS Kedang.
Berdasarkan jumlah hotspot terupdate, terpantau bahwa hotspot terbanyak tersebar di Kabupaten Pelalawan dengan 216 hotspot .
Baca Juga: Rumah Tokoh Masyarakat Kuantan Hilir Habis Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar
"Hari ini memang terpantau kabut asap akibat kiriman dari Kabupaten Pelalawan yang tercatat sebanyak 216 hotspot," ucapnya.
Dijelaskannya lagi, total titik panas (hotspot) wilayah di Pulau Sumatera juga mengalami peningkatan cukup signifikan sebanyak 2.610 hotspot.
Ribuan titik panas ini tersebar di sejumlah daerah di Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan mendominasi dengan 1.311 titik panas, disusul Riau dengan 355 titik.
Berikutnya Provinsi Jambi 278, Bangka Belitung 268, Lampung 187 titik, Aceh 67, Kepulauan Riau 55, Sumatera Utara 45, Sumatera Barat 27, dan Provinsi Bengkulu 1.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat sejak Tengah Malam
Sedangkan untuk di Riau hotspot terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan 216 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 80 , Kuantan Singingi 12, Kampar 11, Siak 10, Kepulauan Meranti 7 dan Indragiri Hulu 6, Bengkalis 5, Rokan Hulu 3, Rokan Hilir 3, Kota Dumai 2,.
"Untuk fenomena asap baru ini terdeteksi karena semua parameter sudah memenuhi kriteria fenomena asap. Kekaburan udara bisa hilang jika kecepatan angin cukup tinggi sehingga bisa membawa massa udara ke daerah lain. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar agar tidak meningkatkan kabut asap di Pekanbaru dan wilayah Riau lainnya," bebernya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman