Operasi Modifikasi Cuaca Dilanjutkan, 9 Ton Garam Siap Disemai untuk Hujan Buatan

Soleh Saputra • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Petugas memasukkan garam ke pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau, baru-baru ini. (BPBD Riau)
Petugas memasukkan garam ke pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau, baru-baru ini. (BPBD Riau)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -  Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau kembali dilanjutkan. Pada OMC tahap 4 ini, sebanyak 9 ton garam siap disemai di langit Provinsi Riau untuk membuat hujan buatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau M Edy Afrizal mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau tetap dilanjutkan. Namun untuk melakukan penyemaian garam, harus menunggu awan potensial terlebih dahulu.

“OMC di Riau sudah kembali diperpanjang hingga 29 Agustus mendatang. Stok garam siap semai ada 9 ton,” katanya.

 Baca Juga: Rizqi Aditya Ceritakan Pengalamannya Menjadi Paskibraka di Istana Negara

Lebih lanjut dikatakannya, namun untuk melakukan penyemaian garam, pihaknya harus menunggu adanya awan potensial terlebih dahulu. Untuk pemantauan awan potensial ini dilakukan setiap jam.

“Untuk penyemaian garam harus melihat awal potensial dulu. Jadi tidak bisa diarahkan di daerah mana, seperti di fokuskan di daerah yang sedang terjadi Karhutla. Karena tetap harus ada awan potensial,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya saat ini juga mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah selatan menuju Riau. Kondisi ini seiring dengan arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara. Berdasarkan pemantauan bersama BMKG, sebaran asap perlu diantisipasi karena dapat terbawa angin dan memengaruhi kondisi udara di sejumlah wilayah Riau.

 Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Perbatasan Kampar-Pekanbaru, Dua Titik Karhutla di Rimbo Panjang

"Ini asap kiriman dari Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi yang masuk ke Riau, bercampur dengan asap yang dari Kerumutan Riau," kata M Edy Adrtizal.

Ia menyebutkan, sebaran asap bahkan telah terpantau hingga wilayah Sumatera Utara. Namun, asap tersebut belum seluruhnya masuk ke kawasan permukiman.

"Asapnya juga sudah sampai ke Sumatera Utara, cuma belum sampai masuk ke permukiman karena memang arah anginnya dari Selatan ke Utara, ke sana," ujarnya.

 Baca Juga: Kabut Asap Kiriman Kembali Selimuti Pekanbaru, BMKG: Pelalawan Terpantau 216 Hotspot

Menurut M Edy Adrtizal, arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan dan sebaran asap. Karena itu, kondisi tersebut terus dipantau guna mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Dia menegaskan, kondisi asap perlu diantisipasi terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti ibu hamil, bayi dan balita.

"Untuk mengantisipasi, jangan sampai masyarakat terdampak. Kita perlu ada pembagian masker juga di sana," imbuh M Edy Adrtizal. (sol)

Editor : Edwar Yaman
m edy afrizal OMC hujan buatan Operasi Modifikasi Cuaca bpbd riau