PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau belum mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah menyusul kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah.
Para siswa masih mengikuti pembelajaran seperti biasa, namun sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kepala Disdik Riau Erisman Yahya mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk meliburkan siswa. Pihaknya masih mencermati perkembangan situasi dan kondisi kualitas udara di Riau.
Baca Juga: Pengaspalan Jalan Teratai Pekanbaru Capai 70 Persen
"Sementara siswa tidak diliburkan. Kami mengimbau agar siswa memakai masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan banyak minum air putih,"ujar Erisman Yahya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Disdik Riau juga masih menunggu arahan serta masukan dari pimpinan sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait kegiatan belajar mengajar.
"Kita sambil mencermati situasi dan kondisi di Riau. Kita juga menunggu arahan dan masukan dari pimpinan,"katanya.
Baca Juga: Masih Ada 7 Titik, Presiden Perintahkan Segera Padamkan Sisa Karhutla di Riau
Sementara itu, Kepala SMAN 8 Pekanbaru Benny Rio Denaldy mengatakan, pihak sekolah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari dampak kabut asap.
Kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di dalam kelas dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Benny menyebutkan, pihak sekolah juga telah membagikan masker secara gratis kepada siswa. Selain itu, kegiatan yang mengharuskan siswa berada di luar ruangan untuk sementara ditiadakan.
Baca Juga: Usai Tinjau Karhutla di Kampar, Presiden Langsung Lakukan Ratas
"Kami di SMA Negeri 8 Pekanbaru ada pembagian masker gratis. Saat ini tidak ada kegiatan di sekolah di luar ruangan. Seperti olahraga ditiadakan, belajar semuanya di dalam ruangan,"ujar Benny.
Ia menjelaskan, untuk sementara jam belajar di SMAN 8 Pekanbaru masih berjalan normal. Hal itu dilakukan karena seluruh kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan di dalam ruangan.
"Kami tetap jam belajar normal karena anak-anak belajar di dalam ruangan," katanya.
Baca Juga: LLDIKTI Wilayah XVII Perkuat Komitmen Cegah dan Tangani Kekerasan di Lingkungan Kampus
Terkait kemungkinan siswa diliburkan atau mengikuti pembelajaran dari rumah, Benny mengatakan pihak sekolah masih menunggu kebijakan resmi dari Disdik Provinsi Riau. Sekolah juga terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan kualitas udara.
"Imbauan untuk diliburkan belum ada. Kita memantau kualitas asapnya bagaimana. Kita tetap menunggu edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi apakah anak diliburkan atau belajar di rumah," jelasnya.
Benny menegaskan, pihak sekolah akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Baca Juga: Pemkab Pelalawan Keluarkan Edaran Libur Aktivitas Tatap Muka Seluruh Sekolah Dampak Kabut Asap
Untuk saat ini, langkah utama yang dilakukan sekolah adalah membatasi aktivitas luar ruangan serta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi kesehatan siswa.
Disdik Riau sendiri terus mencermati perkembangan kondisi udara di sejumlah daerah. Kebijakan mengenai kegiatan belajar mengajar, termasuk kemungkinan perubahan pola pembelajaran, akan mempertimbangkan situasi kualitas udara serta arahan dari pemerintah daerah.
Editor : M. Erizal