PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau belum mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas belajar mengajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat meski kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah.
Kepala Disdik Riau Erisman Yahya mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk meliburkan siswa. Pihaknya masih mencermati perkembangan situasi dan kondisi kualitas udara di Riau.
“Sementara siswa (SMA sederajat, red) tidak diliburkan. Kami mengimbau agar siswa memakai masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan banyak minum air putih,” ujarnya, Senin (24/8).
Menurutnya, kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. “Kita sambil mencermati situasi dan kondisi di Riau. Kita juga menunggu arahan dan masukan dari pimpinan,”katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 8 Pekanbaru Benny Rio Denaldy mengatakan, pihak sekolah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari dampak kabut asap. Kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di dalam kelas dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Sudah Tiga Hari Kualitas Udara di Kuansing Tidak Sehat, Diskes Imbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Benny menyebutkan, pihak sekolah juga telah membagikan masker secara gratis kepada siswa. Selain itu, kegiatan yang mengharuskan siswa berada di luar ruangan untuk sementara ditiadakan. “Seperti olahraga ditiadakan, belajar semuanya di dalam ruangan,” ujar Benny.
Ia menjelaskan, untuk sementara jam belajar di SMAN 8 Pekanbaru masih berjalan normal. Terkait kemungkinan siswa diliburkan atau mengikuti pembelajaran dari rumah, Benny mengatakan pihak sekolah masih menunggu kebijakan resmi dari Disdik Riau.
Sekolah juga terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan kualitas udara. “Imbauan untuk diliburkan belum ada. Kita memantau kualitas asapnya bagaimana. Kita tetap menunggu edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi apakah anak diliburkan atau belajar di rumah,” jelasnya.
Antar Anak ke Sekolah
Sementara itu, Disdik Pekanbaru telah mengeluarkan edaran terkait aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan untuk peserta didik tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, Senin (24/8).
Namun, hampir sebagian wali murid tidak mengetahui adanya pembelajaran secara daring yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ini. Alhasil, kemarin banyak siswa dan wali murid sempat datang ke sekolah.
Pantauan Riau Pos di SDN 165 Pekanbaru Jalan Serasi Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, hingga pukul 07.00 WIB, masih banyak orang tua siswa yang datang mengantarkan anak-anak bersekolah di saat kabut asap yang mulai menebal.
Bahkan kebanyakan anak-anak yang datang ke sekolah tidak menggunakan masker, padahal kondisi udara di Kota Pekanbaru sudah dalam kategori tidak sehat. Menurut salah seorang orang tua murid Mardi Putra (45), dirinya tidak mengetahui informasi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada wali murid melalui pesan singkat.
Ia terkejut saat datang ke sekolah, lingkungan sekolah terlihat sepi sehingga ia mengira anaknya terlambat. “Tidak tahu kalau hari ini (kemarin, red) tidak sekolah. Saya pikir anak-anak masih masuk seperti hari biasanya karena memang tidak melihat informasi yang diberikan guru,” ucapnya.
Sementara itu, guru kelas 1 SDN 165 Pekanbaru Warnah menjelaskan, berdasarkan arahan dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Senin (24/8) seluruh aktivitas belajar mengajar tatap muka diliburkan selama beberapa hari.
Baca Juga: Jerubu Kian Menyerbu, Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
Meskipun begitu, proses pembelajaran di SD tetap berlangsung hanya saja dilakukan secara daring. Di mana para guru memberikan tugas rumah bagi para siswa yang nantinya akan dikumpulkan saat para siswa kembali ke sekolah.
“Di sekolah kami proses pembelajaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemberian tugas dari guru dan class room. Sampai saat ini kami masih menunggu informasi dan kondisi cuaca di Pekanbaru apakah masa liburan para siswa akan diperpanjang atau besok sudah bisa kembali sekolah,” ucapnya.
Di Kampar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat mengingatkan sekolah di wilayah terdampak kabut asap karhutla untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa. Sekolah dapat mengambil langkah memulangkan siswa lebih awal apabila kondisi asap mulai mengganggu kesehatan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Plt Kepala Disdikpora Kampar Helmi melalui Sekretaris Disdikpora Kampar Zulkifli mengatakan setiap kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar tetap harus memiliki dasar. “Pada dasarnya setiap kebijakan harus ada dasarnya. Namun untuk kondisi seperti ini, alam sangat menentukan dan keselamatan sangat diutamakan,” kata Zulkifli, Senin (24/8).
Menurut Zulkifli, sejumlah kepala sekolah di wilayah terdampak telah berkoordinasi dengan Disdikpora Kampar untuk melaporkan kondisi di sekolah, termasuk adanya siswa yang mulai merasakan dampak kabut asap.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Tambang, Siak Hulu, dan Perhentian Raja. Sejumlah sekolah di sekitar Desa Rimbo Panjang dan Tarai Bangun juga dilaporkan berada di wilayah dengan kondisi udara yang kurang baik.
Zulkifli mengatakan sekolah dapat mengambil langkah memulangkan siswa lebih awal jika kondisi asap sudah mengganggu kesehatan. “Kalau anak-anak sudah ada yang batuk-batuk, matanya perih dan mereka tidak nyaman lagi belajar, tentu keselamatan harus diutamakan,” ujarnya.
Meski demikian, sekolah tetap diminta memastikan siswa memperoleh materi atau tugas yang dapat dikerjakan dari rumah. Zulkifli menekankan agar tugas yang diberikan disesuaikan dengan kondisi siswa. Guru diminta tidak memberikan beban tugas yang berlebihan, terutama ketika siswa sedang berada dalam kondisi udara yang tidak sehat.
“Kalau memang anak dipulangkan, jangan lupa berikan tugas. Tetapi tugasnya sederhana dan standar saja, jangan sampai kondisi pernapasan terganggu ditambah beban tugas yang berat,” katanya.
Ia menjelaskan, pembelajaran dari rumah dapat dilakukan secara daring maupun mandiri, menyesuaikan kemampuan dan kondisi masing-masing sekolah serta siswa.
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Memilih Buah dan Sayuran agar Tak Salah Membeli
Disdikpora Kampar akan terus mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan perkembangan kondisi udara dan situasi karhutla. Apabila kabut asap semakin pekat atau titik api meluas, aspek keselamatan akan menjadi prioritas dalam menentukan langkah selanjutnya.
Sementara itu, untuk sekolah yang berada jauh dari lokasi terdampak, Disdikpora masih memantau perkembangan kondisi udara hingga Selasa (25/8) sore ini. “Kita lihat perkembangan dari sore ini sampai besok (hari ini, red). Kalau kondisi semakin memburuk, tentu akan kita sikapi berdasarkan kondisi alam,” jelas Zulkifli.
Disdikpora juga mengimbau siswa yang mengikuti pembelajaran dari rumah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Siswa diharapkan tetap berada di dalam rumah guna meminimalkan risiko terpapar kabut asap.
Di Indragiri Hilir (Inhil), Disdik setempat meminta sekolah di daerah yang terdampak kabut asap untuk menyiapkan pembelajaran daring. Langkah tersebut disiapkan sebagai antisipasi apabila kabut asap semakin tebal dan mulai membahayakan kesehatan peserta didik.
“Pihak Disdik Inhil terus berkoordinasi dengan pihak BPBD Inhil serta pihak terkait lainnya bagi pemantauan kabut asap yang kemungkinan berpotensi mengganggu kesehatan dan dunia pendidikan,” ungkap Kepala Disdik Inhil Abdul Rasyid, Senin (24/8).
Menurutnya, kondisi kabut asap menjadi perhatian, terutama jika intensitasnya terus meningkat. Sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi asap semakin tebal diminta melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi.
“Kami juga sudah memberikan arahan kepada sekolah-sekolah di daerah yang potensi kabut asapnya makin tebal dan dapat mengancam kesehatan anak didik agar mengambil tindakan belajar secara daring di rumah bagi anak didik,” jelasnya.
Rasyid menegaskan, pembelajaran daring belum diberlakukan secara menyeluruh. Kebijakan tersebut akan diterapkan apabila kondisi kabut asap sudah mencapai tingkat yang dapat mengancam kesehatan peserta didik.
“Secara khusus nantinya Disdik akan mengeluarkan edaran terkait kebijakan pembelajaran dari rumah, jika kabut asap sudah berada pada ambang mengancam dan membahayakan kesehatan anak didik,” ujarnya.
Jika kondisi semakin memburuk, pembelajaran daring dari rumah akan menjadi langkah alternatif untuk menjaga proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Demikian juga di Kuantan Singingi (Kuansing). Cuaca sempat terlihat cukup cerah dengan kemunculan sinar matahari. Tetapi sekitar pukul 10.30 WIB, asap semakin terlihat jelas meski belum menganggu jarak pandang.
Dari data pengukuran kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing, kualitas udara masih tidak sehat. “Sampai hari ini, kualitas udara Kabupaten Kuansing tidak sehat. Ini adalah asap kiriman. Karena tidak ada titik api terpantau di Kabupaten Kuansing,” kata Plt Kadis DLH Kuansing, Dody Fitrawan.
Meski kualitas udara tidak sehat, peserta didik SD dan SMP sederajat maupun SMA sederajat, masih tetap sekolah melakukan proses belajar mengajar seperti biasa. “Hari ini (kemarin, red), sekolah masih melakukan proses belajar mengajar seperti sekolah. Belum ada yang kita diliburkan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing Zulmaswan.
Zulmaswan mengatakan kalau mereka akan tetap memantau perkembangan kualitas udara dan asap. Mereka juga segera membahas soal kondisi saat ini. “Kita akan pantau kondisi asap dan kualitas udara. Bila semakin memburuk, kemungkinan akan diambil langkah untuk meliburkan sekolah sementara,” ujarnya.
Di Indragiri Hulu (Inhu), Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Joni Maryanto mengatakan peserta didik di sejumlah sekolah harus dipulangkan lebih awal. “Sifatnya menyesuaikan kondisi. Jika kondisi yang ada (asap) sudah mengancam kesehatan, pihak satuan pendidikan boleh memulangkan murid lebih awal,” ujarnya, Senin (24/8).
Namun demikian sambungnya, mengingat kabut asap pada Senin siang semakin tebal, maka terhitung sejak Selasa (25/8) diberlakukan belajar dari rumah (BDR). “Surat edaran tentang BDR dalam proses dan segera diteruskan ke Korwil dan satuan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Sub Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Pendidikan Wilayah IV Provinsi Riau, Leni Rosa SE mengatakan pihaknya juga sudah meminta masing-masing sekolah tingkat SMA sederajat yang terdampak kabut asap agar melaksanakan belajar secara daring.
“Anak-anak sudah dipulangkan lebih awal. Karena, kabut semakin tebal pada siang tadi. Namun kepada satuan pendidikan diminta tetap memberlakukan pembelajaran secara daring atau tugas,” sebut Leni Rosa.
Untuk pelaksanaan proses belajar selanjutnya, pihaknya masih menunggu intruksi Kadis Pendidikan Riau. Kemudian, kepada murid dan tenaga kependidikan diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu Indrawansyah mengatakan bahwa, pihaknya sudah menyiagakan personel di puskesmas untuk pelayanan pasien terdampak karhutla (kabut asap).
“Pihak Puskesmas dan kecamatan sudah membagikan masker di beberapa wilayah terdampak. Bahkan, kami sudah meminta tambahan masker ke Diskes Provinsi Riau. Saat ini sedang proses penjemputan,” katanya.
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto mengimbau warga tidak beraktivitas di luar ruang. Kalaupun harus beraktivitas di luar agar menggunakan masker. “Hari ini (kemarin, red) kabut asap agak meningkat dari sebelumnya. Saya mengimbau agar mengurangi kegiatan luar ruangan,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan belajar mengajar secara daring atau belajar dari rumah (BDR), selanjutnya masih melihat perkembangan kabut asap, Selasa (25/8) hari ini. “Kebetulan besok (hari ini, red) libur nasional perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ke depan masih melihat situasi perkembangan kabut asap,” ungkapnya.
Di Siak, kabut asap tipis kiriman dari kabupaten tetangga berdampak pada pelajar, terutama anak PAUD. Di wilayah Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, dan Minas, anak PAUD dipulangkan lebih awal, kemarin. “Langkah ini kami lakukan agar kesehatan mereka tetap terjaga,” kata Bupati Siak Afni.(dof/ayi/*2/dac/kas/kom/mng)
Editor : Arif Oktafian