Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Karhutla Riau Masih Membara 

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:23 WIB
Kondisi udara di Pekanbaru masih diselimuti kabut, Sabtu (29/8/2026). Foto Prapti Dwi Lestari
Kondisi udara di Pekanbaru masih diselimuti kabut, Sabtu (29/8/2026). Foto Prapti Dwi Lestari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Hingga akhir pekan ini, seluruh wilayah Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut asap yang cukup pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal ini membuat kualitas udara di Pekanbaru menurun dramatis dan masuk kategori tidak sehat, Sabtu (29/8/2026). Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru pukul 3.00 WIB berkisar 84.2 µg/m3.

Masih tingginya Particulate Matter (PM2.5) atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer), masuk dalam kategori tidak sehat.

Baca Juga: Disdikbud Pelalawan Perpanjang PJJ Hingga Sabtu Besok

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³) ini, masih terdeteksi selama beberapa jam terakhir. Dimana konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru pukul 6.00 WIB masih bertahan dan malah mengalami peningkatan dikisaran 106.5 µg/m3 dan masuk pada kategori Tidak Sehat 

Masih tingginya capaian PM2.5 saat ini membuktikan jika kualitas udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori Tidak Sehat akibat kabut asap dari peningkatan titik panas (karhutla).

Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Indah DN, berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas di Pulau Sumatera juga masih membara dengan 1.813 titik.

Baca Juga: Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Ungkap 5 Gejala Osteoartritis, Jangan Sepelekan Bunyi "Krek-krek"

Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.036 titik. Provinsi Riau kembali menyumbang sebanyak 265 titik panas dan menjadi daerah kedua di Sumatera dengan titik panas terbanyak.

Titik panas juga terpantau ada di Provinsi Jambi mencatat 181 titik, Lampung 100 titik, Bangka Belitung 91 titik, Aceh 77 titik, Sumatera Utara 54 titik, serta Bengkulu 3 titik, Kepulauan Riau terpantau memiliki 4 titik panas dan Sumatera Barat 2 titik.

"Di Provinsi Riau, titik panas masih menyebar di sepuluh daerah dengan Kabupaten Pelalawan yang mendominasi jumlah titik panas terbanyak, yakni 120 titik, Indragiri Hilir mencatat 67 titik panas, Bengkalis 20 titik, Indragiri Hulu 20 titik, Kuantan Singingi 15 titik, Siak 14 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 3 titik, serta Kota Dumai 1 titik," tegasnya.

Editor : Rinaldi
Kualitas Udara titik panas tidak sehat pulau sumatera provinsi riau